Tampilkan postingan dengan label Unpredictable. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unpredictable. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2011

14.03.11



Mungkin nggak nyambung banget, aku pasang foto Raditya Dika di sini, juga di *psst* Twitter dan laptopku. :p But, setidaknya foto ini akan mengingatkan aku selalu kalau Abbey sempat dengan gilanya taruh gambar ini di laptopku, beberapa saat sebelum aku menelepon nomor itu dan menyadari semuanya.


Hari ini, hari di mana jantungku berdegub lebih kencang dari biasanya. Hari ini, hari di mana keringat dingin terasa di kedua telapak tanganku. Hari ini, hari di mana bulu kudukku berdiri serempak. Dan hari ini pula, hari di mana aku sadar tak seharusnya aku menyerah.

*

Halo, semuanya.

Hari ini tanggal berapa?
Tanggal 14 Maret 2011.

Kapan aku mengirimkan Mélodie d'Amour?
Tanggal 10 Desember 2010.

YA, HARI INI TEPAT TIGA BULAN LEBIH EMPAT HARI SEJAK AKU MENERBANGKAN IMPIANKU.

Which means... KABAR DARI PENERBIT ITU AKAN DATANG, DALAM WAKTU DEKAT INI, TAK SAMPAI SEBULAN LAMANYA.

*

Aku tahu, sudah lama aku menantikan hari-hari ini. Dan kala hari yang dinanti itu telah datang, rasanya diri ini ingin bersembunyi.. Dan melonjak dalam waktu yang bersamaan.

Selepas UAS Biologi tadi (yeah, it sucks), aku ngobrol-ngobrol di kantin bareng Abbey, Clara, Fanie. Angel? Udah keburu pulang karena aku usir, berhubung kita mau ngerjain hadiah ultahnya dia. :p

Ide ini pun tercetus dari mulut Abbey, dia ingetin aku tentang janjiku sendiri, telepon penerbit itu untuk tanya kabar naskahku tepat hari ini, hari Senin. Sepercik rasa muncul dalam dada... Jantung berdenyut di luar kontrol.

Oke, aku tahu, ini saatnya. Aku pun pinjem bbnya Clara untuk buka Twitter, berhubung nomor telepon penerbit itu ada di sana. Internet lemot, lagi-lagi dada bergejolak, hingga akhirnya muncul rangkaian nomor itu di layar ponsel Clara, menandakan kalau aku harus segera... Mengalahkan ketakutan ini.

Aku: "Gila, aku takut banget! Oh, no!"
Mereka: "TELPON! TELPON! TELPON! Ayo Jess, ayo!"

Ini semua benar-benar gila.. Sebelum aku menekan tombol call pun, rasanya udah mau pingsan duluan. Gila banget. Banget. Aku pun perlahan-lahan, menekan tombol call itu, dan... Tuuutt... Nada sambung itu terdengar. Click! Dan aku pun, saking groginya, matiin sambungan telepon itu.

Aku: Aku matiin, huahahaha! Gila, aku takut banget. Beneran.
Mereka: Ayo, Jess! Kapan lagi?! Ayoooo!
Aku: Yeah...

Lagi. Kali ini, kutahan setengah mati hasratku untuk kembali mematikan sambungan telepon. Kala terdengar jawaban di seberang sana, aku langsung.. Nggak tahu apa yang harus aku lakuin, kecuali dengan super slow motion berhalo-halo ria. Kantin bising banget, jadi aku langsung lari keluar, dibuntuti sama Abbey, Clara, Fanie.

Manusia seberang sana: Oh, maaf, Mbak. Krunya lagi istirahat makan siang, telepon jam setengah dua nanti lagi aja ya...

GUBRAK. Rasa membuncah ini, dag-dig-dug setengah mati ini, terasa sia-sia. Tapi, entah mengapa, sebagian dari hati ini terasa lega... Barangkali, lega karena tak harus menatap kenyataan yang mungkin penuh pilu di ujung sana.

Hari di sekolah pun berakhir sampai situ, karena aku harus pulang. Abbey ikut aku, dan di sepanjang perjalanan dia terus ingetin aku dengan tiga kata itu: JAM SETENGAH DUA.

*

Setelah berkutat dengan jutaan angka bareng Ce Ribka (yes it is, aku les sampai galau setengah mati karena aku tahu UAS besok bakal menyiksan banget), aku pun melirik jam yang menunjukkan pukul setengah tiga tepat. Setelah mengantar Ce Ribka keluar, aku langsung ambil jurus Naruto dan melesat ke kamar.

Abbey: TELPON JESS, TELPON!

Jujur, tentu aja aku pengen banget tahu kabar naskahku.. Tapi di saat yang sama, rasa resah ini seakan membentengiku.

Untuk ketiga kalinya, aku memberanikan menekan tombol call itu, sementara Abbey ada di sampingku untuk mengabadikan momen itu lewat video. Tuuutt... Tuuutt... Tuuutt... Dan at the end, NO ANSWER. Yeah. Setelah itu aku coba lagi, dan operator bilang kalau nomor telepon yang aku hubungi SIBUK. Yeah kuadrat...

Abbey: Gila, Jess. Banyak banget halangannya. Hahaha.
Aku: Yeah. Gila! Gila banget. Aku sampe keringet dingin ini...
Abbey: AKU JUGA, TAUK! Aku juga takut, Jess.
Aku: Hah? Ngapain takut juga, coba?
Abbey: Aduh.. Aku pengen yang terbaik buat kamu, tahu.

Aku tercekat... Hahaha. Aku dan Abbey pun langsung menjelma jadi dua manusia unyu, ber-"uh, ah, oh" ria. Aku bisa lihat itu di matanya, tatapan yang benar-benar menyiratkan kalau kata yang barusan dilontarkannya itu memang benar.

Jantung ini berdegub tiga kali lebih cepat, dan aku kembali menekan tombol call. Kali ini terdengar nada sambung, dan... "Halo?" Nafasku berhenti. ketika kulirik, Abbey juga tak jauh berbeda denganku. Aku buru-buru memeluk boneka panda besarku, berusaha menekan segala kegugupan ini.

Aku: Oh, i-iya, Mbak. Mau tanya, ini bisa tanya perihal kabar naskah, ya?
Manusia di seberang sana: Oh, waktu itu kirimnya ke penerbit mana, ya?
Aku: GagasMedia.
Manusia di seberang sana: Oke, tunggu sebentar ya.

*Nada tulilulilut*, si manusia-di-seberang-sana lagi menyambungkan teleponnya ke seseorang, entah siapa. Aku dan Abbey hanya bertatapan, tertawa sebentar walau kami tahu tawa itu tak lebih dari sepenggal tawa gugup.

Dia di sana: Judul naskahnya apa ya, Bu? (Ya, dia memanggil aku dengan sebutan itu -_-)
Aku: Mélodie d'Amour, dari Jesslyn Chandra.
Dia di sana: Mélodie d'Amour... Jesslyn Chandra?
Aku: I-iya.

*dunia berhenti berputar sejenak*

Dia di sana: Oh iya, Bu. Naskahnya masih di redaksi, sedang diproses. Ditunggu sampai akhir bukan ini, ya, atau paling lambat awal bulan depan. Terima kasih.

...

Kalian mau tahu apa yang terjadi padaku kemudian?

Aku mematikan telepon dengan tangan gemetar, serempak memekik bersama Abbey, kami berpelukan, adikku datang, dan dia menyeletuk: Ini lesbi atau apa? Dan setelah itu, aku dan Abbey kembali melonjak, dan aku berjoget di depan cermin. Titik.

*

Aku tahu, aku mungkin termasuk manusia teraneh dengan spesies tergila. Belum tentu novelnya diterima juga, tapi girangnya udah kayak penyanyi dangdut dipanggil ke Amerika buat duet sama Justin Bieber..

But one thing for sure, this is me, aku yang sudah gembira dan bersyukur setengah mati dengan kenyataan bahwa naskahku masih ada di Gagas dan tengah diproses.

Setidaknya, aku tahu ketakutanku kalau naskah itu nggak sampai ke Gagas terbukti nggak beralasan.. Dan aku tahu juga, setidaknya semuanya menjadi lebih baik, karena naskah itu nggak dikembalikan dalam hitungan minggu karena terlalu jelek, seperti apa yang terjadi pada Setetes Embun Malam dulu.

Selepas dari rasa syok yang membekas sana-sini, aku pun mengirimkan pesan singkat buat Angel, Clara, Fanie, dan Abbey sendiri (yang yeah, masih ada di rumahku waktu itu).

"Aku uda telp gagas, katanya naskahhku masih ada di sana, diproses smpe akhr bulan ini! OMG OMG AT LEAST AKU TAU MSH ADA HARAPAN! Thx Jesus, THANK YOU KALIAN! :'D"

Dalam sekejap, balasan-balasan dari mereka semua muncul.

Clara: Wow! Keren jess! Semoga ditrima! :)

Fanie:
Smoga novelm dpt d publish. Amin. Ksh kt grtis y. Wkwkwk :p Gbu

Abbey:
I love you too jess! Keep the faith, and keep reaching ur dream! :)

Angel: Wkwk yoi!! Congrats ya ;) pastilah ad harapan!!!!!! Ciayo GBU!



Kalian tahu ga, rasanya aku bersyukur banget punya sahabat-sahabat kayak kalian.
Berasa jadi orang paling beruntung sedunia.. :p

Tanpa kalian, mungkin aku bahkan nggak pernah bisa sampai sini.
Aku tahu, impianku memang belum sepenuhnya tercapai.
Tapi kalian, kalianlah orangnya, yang mengajarkan aku untuk selalu berani bermimpi, selalu berharap, tetap optimis, dan terus maju pantang mundur. :D

Nggak kebayang apa jadinya tanpa kalian...

Angel, Fanie, Abbey, Clara..
THANKS A LOT.

Tanpa kalian, mungkin seorang Jesslyn nggak akan pernah sadar betapa berharganya hidup itu bila dijalani dengan suka-duka bersama sahabat-sahabat seperti kalian.. :)

I love you.
#nohomo.

Selasa, 22 Februari 2011

God's Super Plan

20.02.11

Sekali lagi aku tertegun, menyadari bagaimana unpredictable-nya Tuhan itu.
Ia punya banyak cara untuk memoles kita sedemikian rupa, hari demi hari.
Cara itu, seringkali adalah cara yang tak pernah terbayangkan oleh manusia.

Begitu juga bagiku.

Lagi-lagi Tuhan punya cara yang super lagi untukku - apalagi kalau bukan agar aku bisa benar-benar bersahabat dengan rasa takutku.

Yah, kalau waktu itu aku memang belum mengakhirinya dengan sempurna..
Aku harap yang kali ini nggak akan pernah aku sia-siaiin lagi.

Aku nggak bohong, kalau aku masih takut.

Tapi rasa takut itu serasa nggak ada apa-apanya mengingat kerja Tuhan yang benar-benar luar biasa buat setiap pribadi.


P.S:
Makasih udah jadi salah satu blog readerku :p
Dan siapa sangka, semuanya berakhir seperti ini?

Kamis, 28 Oktober 2010

SCS: The Memorable Failed Trip






Gunung Merapi memang sedang berjaya.
Namanya dikumandangkan di mana-mana.
Masuk TV dan koran, terkenal mendadak mengalahkan Jojo-Sinta.

Hanya saja, siapa yang menyangka ketenarannya sampai menghambat langkah kami?



Siapa yang menyangka bisa sampai sejauh ini?
Tidak ada.
Aku pun tidak.

Saat itu barangkali terjadi bencana alam kecil di Surabaya, mengingat betapa gemparnya kalangan MDC saat itu.
Dari Twitter sampai BBM, hingga berlanjut ke sekolah keesokan harinya.

Dan rahasia kecil kami, sementara mereka semua gempar, kami berempat puluh satu malah asyik ngobrol, bahkan bernyanyi di bus.
Haha.
Tapi mungkin, kalian nggak akan pernah tahu apa isi hati sebenarnya di balik lagi-lagu yang sedikit-banyak hancur itu.

Tentu saja sepercik flashback ini nggak akan bisa menggambarkan semuanya, atau bahkan barangkali akan menambah rasa rindu kami semua.
But, let's see, maybe it is a good way for us to realize how memorable that moment will be.


***

Monday, 25.10.10.

Bangun jam empat karena SMS dari temen-temen semua, lalu melaju ke rumahnya Kim A dulu.
Dari sana, berangkat sama Abbey dan Angel, sampai di stasiun sekitar 6.15.

And, ddzzzoooooommm!
Kita berempat langsung disambut sama pasukan iklan vitamin C berjalan.
Yeah, baju SCSnya kita emang mencolok sekali, barangkali orang-orang udah mikir kalau kita dibayar Vitacimin untuk pakai kostum itu. :D
Ohya!
Dan jangan lupa juga, pagi itu aku terpesona setelah melihat Ma'am Fao. :)

Kay, then we were gone by Sancaka Train.
6 hours, and we didn't sleep at all!
Haha.

Kalian mungkin nggak bisa bayangin betapa noraknya kami semua.
Kami bahkan sempat memutar kursi kereta menghadap jendela, berlagak seolah-olah menonton film "Persawahan Keren 3D".
Dan kalian juga nggak akan tahu... Betapa aku akan teringat masa-masa itu saking norak dan kerennya kita.

Setelah sampai di Jogja, kita makan di Lombok Idjo, dan di sana ada artis entah siapa namanya yang lagi syuting untuk acara Bango yang juga enah apa namanya. :p

Oke, dan setelah itu kuta bertolak ke Penting Sari, desa tempat kita tinggal.


Evan Budi looks so happy, see? Just like us. :)

Di sana langsung disambut tari-tarian, sementara kita semua ngasih senyum termanis.
Hahaha.
Kemudian, kita diajak tour singkat sebelum ketemu tuan rumah tempat kita live in dan beres-beresin kamar.

Aku serumah sama Fanie dan Jacqueline, dan kami bertiga nggak menyangka betapa ramahnya Pak Ponidin - tuan rumah kami - beserta keluarganya.
Dan merekalah salah satu alasan kenapa kami bertiga merindukan Jogja mati-matian.

Dan begitulah, hari pertama berakhir dengan cepat.
Keadaan di sana memang jauh berbda dengan keadaan di Surabaya, but we're quite happy.
Dan di tengah kebahagiaan itu, kita sama sekali nggak punya perasaan apa-apa mengenai apa yang akan terjadi keesokan harinya.

Tuesday, 26.10.10.

Bangun jam lima, terus renungan di rumahnya Ma'am Fao. :D
Setelah itu, kita tracking, melewati derasnya sungai dan tingginya pohon. (?)
HA HA HA.

Jatuh bangun, mungkin itu kata yang lumayan tepat.
Hahaha.
Karena, well, kami jatuh dalam arti sebenarnya.
Dan sandal jepit kami bernasib lebih buruk.
Berpasang-pasang jiwa dari mereka hanyut. :p

Dengan Anne dan Mr. Hadi yang mau nggak mau ikut ber-"heh! hati2 jatuh! eh anne! jess! eh! sakit? eh! hah!", akhirnya kita sampai juga.
Haha.
Dan kemudian, bernyanyi "berhasil-hasil" ala Dora The Explorer. -___-

Setelah mandi dan semuanya, akhirnya kita berangkat ke SD Cancangan.
Ministry time, ngajar Bahasa Inggris di sana.
Aku kebagian kelas 6. :)

Dan untuk sesaat, kami punya kesempatan untuk ngerasain jadi guru, begitu juga aku.
My students, Dicky and Nanik are totally awesome! :D
Dicky is smart, and although I knew Nanik doesn't like english at all, but she kept smiling and tried to look as enthusiast as she could.

And, guess what?
Dicky got 3 rewards cos he was so active and tried to answer all questions! :)

Setelah ngajar, yang cowok-cowok belajar gamelan sementara yang cewek-cewek nari Bali.
Tarian gelombangku judulnya Ksatria.
Dan itulah kali pertama... Kita semua respect sama Rumingkang. :p

Oh, you just can't imagine it!
Mungkin tarian kami bisa jadi bahan seru untuk film komedi.
Ha-ha, aku serius.
Menggelikan sekali, dan mengingat aku dan Abbey yang ada di barisan depan, keadaan semakin memburuk.

Dan aku masih ingat sekali, dengan baju Peace dan celana pendek, Mr. Hadi duduk di sudut ruangan... Sedang tertawa.
Ha-ha. Funny.
Dan if you want me to be honest, aku sedikit-banyak mengiyakan opininya mr kalau tarianku adalah penyebab gempa Merapi.
HAHAHA.

Then, kita ke camping ground untuk buat layang-layang.
I still remember, my group's kite was yellow and I put a red ribbon there! :D
Tapi sayang, tiba-tiba hujan, jadi kita nggak bisa nerbangin. :(

Lalu, dengan payung seadanya kita pulang ke rumah masing-masing, dan bagaimanapun juga kita masih kehujanan.
And guess what?
Pak Ponidin nyambut kami, sedangkan istrinya lagi masakin air panas buat mandi, padahal kami bertiga sama sekali ga minta.
Catat: Salah satu bukti lagi kalau warga Penting Sari memang selalu ramah.

Habis mandi, kita makan di rumahnya, dan rasanya puas sekali.
Karena... Aku makan kangkung hasil petikanku sendiri!
Bahahaha.

Selesai makan, kita kumpul di aula, belajar bahasa jawa yang bahkan kita nggak ngerti satu kata pun.
Anehnya, kita nggak jadi pergi ke rumah warga satu per satu dan wawancara mereka, tapi cuma di rumah masing-masing.
Dan waktu itu masih jam 8.
Tapi kami semua nurut aja, sama sekali nggak punya perasaan apa-apa.

Di jalan menuju pulang itu, tiba-tiba kita gempar karena ada hujan abu.
Wow.
Tapi dasar 'bebal'nya aku, aku masih belum punya perasaan apa-apa.
Bahkan setelah Mr. Sinung bilang, "Kalau ada apa-apa, Mr dan Mr. Alun pasti mengambil tindakan yang dirasa terbaik."

Entah ini firasat atau apa, setelah wawancara, kami bertiga dan Pak Ponidin berbincang lama, seakan-akan ini kesempatan terakhir.
Dan entah ini kebetulan atau bukan, di saat yang sama keluarga Pak Ponidin lagi nonton TV, dan beritanya tentang Merapi.

And the truth came...
Mr. Sinung tiba-tiba ketok pintu, tanya kita udah siap atau belum.
Shock, dan saat itulah perasaankumulai ga enak.

Dan benar.
Mr bilang kalau kita akan pulang ke Surabaya, berangkat ke luar Penting Sari malam itu juga.
Aku tahu, guru-guru juga pasti panik, tapi saat itu Mr. Sinung cuma senyum denger kita tanya, "Hah?" yang berulang-ulang.

Well...
Setelah itu kita naik bus dadakan, keluar Penting Sari dengan mata yang terjaga sepenuhnya.
Beberapa dari kami buka Twitter, dan menyadari #prayforindonesia jadi trending topic.

Waktu terkesan berjalan cepat dan tahu-tahu kami sudah sampai di penginapan dadakan, Hotel Mawar Saron.
Aku tidur bertiga sama Angel-Abbey.
Dan sepanjang malam kami ngobrol ngalor-ngidul, sampai satu per satu dari kami terlelap.

Besoknya, jam 9 kita pulang ke Surabaya, 10 jam! :D
Sambil sesekali tertegun kenapa kita sudah ada di bus, tentunya.
Sebagian tidur, tapi momen-momen terakhir di bus jadi ngangenin mengingat serunya kami ngobrol, apalagi tentang BOLA PEJAL. -___-

***

Todak I woke up at 1 p.m and hoped to see Pak Ponidin and his family again.
But this is the reality, God didn't want us to stay there longer.
Jadi kita bisa apa lagi, iya kan?

And I really pray for Mr. Ponidin and everyone else in Penting Sari, may God bless 'em.
I've missed 'em, I truly do. :(
Also the kangkung, ayam goreng, tempe goreng, krupuk, teh, pisang, wafer, roti, permen, air panas buat mandi, and everything.
And the most is, I've missed the way they taught us about life. :')

Barusan aku dapet kabar dari Sonia, lavanya Merapi sampai Slamen, tempat deket Penting Sari.
And the worst thing is, muridnya Sonia di Cancangan, Yeti, tinggal di sana! D:
God, this is for real, we pray for Penting Sari and everywhere else in Jogja. :(

Anyway, kalau dilihat dari positifnya, memang benar, failed trip ini memang akan jadi yang the most memorable. :)
I bet.
Siapa yang akan ngelupain sejarah dalam kehidupan kita ini, betul nggak?
Hahaha.

Last but not least, I wish the best for all of 'em in Jogja.
May God bless you all there.

P.S: This post is dedicated to Pak Ponidin and his fam, thanks for teaching me bout life... I've missed you.

Selasa, 14 September 2010

Back!

Hello. :)

I came back yesterday.
Yeah, we had a great time together for one week.

I planned to tell you about it here, but now my plan's cancelled.
Right.
After I got that shocking news.

So, alright..
Let me tell you soon.
About that crazy orange envelope.

See you on my next post. :P

p.s: at least you know I'm back safely. :D haha.

Sabtu, 26 Juni 2010

FIRE!

hey, backkk.
this is just gonna be a quick post.
i'm not on computer now. ==

I'm in salon now, then gonna go to supermall.
usual activity on saturday. O.O
I'll hunt for something, just like what I've planned yesterday.

hahaha.
huh, can't tell ya now.
cause I know she's one of my blog reader. -_____-"
bayangin aja, aku pernah mergokin dia baca blogku.
bahkan nonton video gila abbey angell di youtube.
OKAY, get what I mean?
HA-HA-HA. :P

this is gonna be a surprise, and the time's almost comes.
so, wait for my next next post. :)
gonna tell you the whole story. :P

last, disaster everywhere.
FIRE. -____-
kemarin lusa redboxx, barusan sinar. ==
AAAAA.
it's scary. :'(

God, please bless Surabaya.

fiuhh.

Sabtu, 27 Maret 2010

UNBELIEVABLE!!

AAAA!!
i just can't believe! XD
huaaaaa!!
i just sent my poem and 1st chapter to gagasmedia's email just now! O.O
REALLY! i did it!
wew. but WOW! :P
bruakakak! :D
actually i had nothing to do just now.
jadi yaa, lagi2 buka website gagas. :P
buka kandangagas nya.
baca2 sekilas, ada puisi, cerpen, sama 1st chapter di sana.
bukan karya penulis, tapi "calon". wkwk.
yaa, jadi cuma orang biasa yang berani bermimpi. :P
mereka nyoba ngirim karya e mereka ke kandangagas rupanya.
jadi penasaran.
aku baca syarat ngeblog di kandangagas.
ya ampun! :D
ga usa repot2 ternyata, cuma kirim email ajaa.
and... TARAAA!
akhirnya aku ngirim. :D
HUAHAHAHHA!
unbelievable -- huaaa! O.O
puisi, cuma 4 yang bakal dipilih buat masuk kandangagas.
bakal dihubungi kalau keterima, tapi aku ga tau bakal dapet sesuatu ga. wkakak :D
kalau 1st chapter, pasti bisa mejeng di kandagagas tanpa seleksi.
woohoo! XDXD
karena aku ngirimnya uda lewat tanggal 25, jadi masuk ke pemilihan bulan depan, bukan bulan ini.
no problemoo. :P
aku sihh ga terlalu berharap puisiku bisa masuk.
tanpa harus kepilihpun, ga tau kenapa aku uda seneng. wkwk.
yah, anggep aja cuma langkah awal.
wish.me.luck! X)
HUAAAA!
yaaa, still unbelievable! XD
thanks-a-lot :P

Senin, 22 Maret 2010

crazymonday :P

knock-knock.

heyyaa.
here i come again.
semoga ga bosenn. wkwk :P

today, i woke up and firstly i looked at the mirror.
yesterday i felt something wrong with my eye, and...
weww! timbilen hari ini. sakit, lagi. huhh. :(
"jess, kamu habis nangis taa?"
sampe bosen denger pertanyaan itu. wkwk. XDXD

yeaa, hari ini pelajaaran terakhir olahraga.
olahraga pilihan, yess! :D
aku lagi males gara2 mataku soale. jadi ga main. :P
cuma liat cowok2 main.

huhh. berunlang kali dapet bola nyasar.
tebak dari siapaaa?
J-O-H-V-A-N ! aaarghh. ==.

terus, pas bolanya nyasar ke tempatku sama temen2, aku minta tolong anne ngambil bolanya.
ga tau, deh. ==
rasae johvan lagi sensi gaje, jadi ngira aku ngomongin dee atau apa mbooo. ==.
pas aku liat dia, ternyata dia lagi merhatiin aku dengan tatapannya itu.
"membunuh dengan pandangan mata", kalau di bi. wkwk.
oh no, nightmaree! aku uda punya feeling jelek. :(

akhirnya bola e mantul, jadi ke arah dia lagi.
dia ngambil bola itu, sambil tetep menatap aku dengan tajam. eww. ==.
dan... tebak apa yang terjadi?

DIA NGELEMPAR BOLA ITU KUAT2 KE AKUU! O.O

tapi berhubung aku uda punya feeling jelek, jadi refleks langsung aku tangkis.
kena sapaaa gitu akhire bolae. wkwk. sorry :P

belum selesai sampai situ.
pas aku keluar gym, dia ngeliatin aku terus. duhhh.
pas di kelas, ee dia juga masuk!
tapi dia diajak ngomong sama cowok2. lumayan lega :D
pas aku mau keluar kelas, dia mala berdiri di depan pintu, kayak ga mau aku lolos.
ya ampuuunn! ==
deg! rasae bener2 ketakutan. ya ampun. sungguan.
masalahe, jiwaku kan isa terancam kalo dia tiba2 meledak.
wkwkwk.

ya udah, aku kembali lagi, ga jadi keluar.
dan... dia tiba2 mendekat ke aku!
huahhuaa. bener2 deg2an. aku pura2 sibuk, nyari hape. wkwk.
tangan e dilipet, matae sipit ngeliat aku, dan terus deket ke arahku.
gimana aku nggak takut?

akhirnya...
tanpa ngurangin pandangannya itu, dia ngomong satu kata ke aku.
guess?
satu kata itu... "sorry".

BRUAKAKAKAKKAKAKAKA! :D
rasae aku ngerasa konyol dewe. huahaha.
uda takut2 gitu, ternyata dia cuma mau ngomong gitu.
tapi beneran deh, yang tadi itu bener2 kayak nightmare. ==

then...
aku dengan konyolnya ngomong "oh, yaa. sorry juga, ya."
HUAHAHAHA XDXD

bener2 crazy monday hari ini. :P
but thanks, God, for saving my life.
wkwk. :P

enough about johvan. ==.

anyway, aku seneng hari ini!
yang pasti bukan tentang kejadian konyol tadi itu, lah. wkwk.
cuma, fun aja hari ini.
sekali lagi, fun e bukan gara2 dia. itu pasti. ==

wkwkwk.

Selasa, 16 Maret 2010

holiday! XP

. domo squarepants .
wkwkwk :D
weeeyyy ! :D
what an exciting day! wkwk.
not really, sebenere. tapi, aku seneng ae. :))

HOLIDAAAYY!

libur? iya. tapi tetep kayak hari biasa.
siang, ga kemana2. tebak apa yg aku lakuin? belajar, dongss! haha.
terus malemnya, baru makan di alam laut. mau ke mall, ga jadi. :P
tapi gapapa.
labelnya tetep sama: holiday. haha. :D

HEHH! O.O
terus, tau gaa? duhhhhhh.
tadi aku disms dea, katae davin kecelakaan mobil.
hidungnya patah.
wew..
rencananya besok mau jenguk habis uts.
huaa, what's happening to the world??!!
aaarghh. ==
get well soon, daviiinn! :')
Gbuu
da-dah. :P

Senin, 15 Maret 2010

Selamat Jalan...

seringkali, kita manusia sering ga sadar kalau hidup itu cuma sebentar. kita mikirnya kita bakal mati karena tua. kadang2, tanpa sadar, aku juga mikir "heyy, aku belum 14 tahun, yaa. hidup masih panjang, lahh. nothing will happen.". aku tau pemikiran itu ga bener. di mana2, kita juga selalu diajarin kalau Tuhan bisa manggil kita kapan aja, umur berapa aja, bahkan dengan cara apa aja. tapi dasar manusia, kita ga akan pernah bener2 meresapi kata2 itu dan nyadar sepenuhnya kalau kita nggak ngalamin sendiri...

pagi ini aku bener2 kaget. lagi asyik2 ngerjain presentasi geo sama dea, tiba2 herbert ngomong berita itu di meeting room. aku mikirnya dia cuma bercanda. tapi semuanya bener2 panik. kaget. terus, vania dateng. dia nyeritain hal yang sama kayak yang diceritain herbert. ya ampunn. kita semua langsung keluar, liat di bolongan tangga. aku liat di kelas 7 murid2 sama guru2 kumpul. duhh. perasaanku mulai ga enak. jangan2 emang bener. dan nyatanya, iya. emang bener. maam wulan sendiri yang ngomong sampe akhirnya aku bener2 percaya. ga terduga banget. bener2 mendadak. kejadiannya aja katanya baru tadi pagi. huff. padahal ya, katae felia baru ketemu dia hari jumat di spi. dan hari seninnya, uda dapet kabar kayak gini. wew... ==

ada banyak versi cerita. ga tau, deh. versi2nya ga penting. intinya cuma satu, dia emang udah ninggalin kita semua. shock? iya. tapi mau gimana lagi? well, aku emang bukan temen deketnya dia. tapi, gila deh. speechless. rasanya... mungkin lebih dari sekedar shock.

aku jadi bener2 merenungi kalau hidup itu emang cuma sebentar. Tuhan nggak harus nunggu kita tua atau kena sakit parah dulu baru meninggal. aku nyadar, kita bisa pergi kapan aja, ternyata. dengan cara Tuhan tersendiri yang ga bisa kita bayangin. bukannya Tuhan nggak sanggup nyelametin kita dari bahaya. Tuhan sanggup, tapi Tuhan berkehendak yang lain... Tuhan punya rencana sendiri.

terima kasih, udah hidup untuk menginspirasi...
kita semua percaya kamu udah punya kehidupan yang jauh lebih baik di sorga sana... :)

Selamat jalan...

BIG LOVE,
Your BIG FAMILY...