Tampilkan postingan dengan label Jesus :D. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jesus :D. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2011

25.08.11

LIFE IS UNPREDICTABLE.
Time flies, and dream comes true...


This is such a surprise for me. :')
Everything has its own time..
And I thank You LORD for answering my prayer, today.

Selasa, 22 Februari 2011

PRAYERS.WISHES.DREAMS

Whoaaaa.

Kemarin mungkin tampak nggak berbeda dengan Senin-Senin lainnya. Aku sendiri juga merasa begitu.. sampai aku - yang sudah hampir semaput karena ujian praktek aerobik dan lari 25 putaran - pulang ke rumah.

Kaki yang rasanya mati rasa ini, seakan dihidupkan lagi oleh saraf-saraf entah-apa-namanya dalam sekejap. Darah yang mengalir di seluruh tubuhku kembali berdesir keras. Sementara itu, jantung berdegub seraya berjalan mendekati kotak besar di atas sofa itu.

Awalnya aku juga nggak tahu itu apa.
Tapi ternyata..




21.02.11

100 words, could be a beginning of everything - or nothing, if I just stop.

I'm so lucky to have God - who answers my prayers, family - who hugs my wishes, and friends - who hold my dreams. :)


"Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world."
-Harriet Tubman


And I'll keep going..

Go touch the sky, reach our dreams together. :)

God's Super Plan

20.02.11

Sekali lagi aku tertegun, menyadari bagaimana unpredictable-nya Tuhan itu.
Ia punya banyak cara untuk memoles kita sedemikian rupa, hari demi hari.
Cara itu, seringkali adalah cara yang tak pernah terbayangkan oleh manusia.

Begitu juga bagiku.

Lagi-lagi Tuhan punya cara yang super lagi untukku - apalagi kalau bukan agar aku bisa benar-benar bersahabat dengan rasa takutku.

Yah, kalau waktu itu aku memang belum mengakhirinya dengan sempurna..
Aku harap yang kali ini nggak akan pernah aku sia-siaiin lagi.

Aku nggak bohong, kalau aku masih takut.

Tapi rasa takut itu serasa nggak ada apa-apanya mengingat kerja Tuhan yang benar-benar luar biasa buat setiap pribadi.


P.S:
Makasih udah jadi salah satu blog readerku :p
Dan siapa sangka, semuanya berakhir seperti ini?

Sabtu, 12 Februari 2011

Ketakutan

Setiap orang itu beda.

Ada orang yang suka chinese food, ada yang suka western.

Ada yang kesengsem sama warna pink, ada yang lebih kesengsem sama biru.

Ada yang jatuh cinta sama blogspot, ada juga yang lebih memilih tumblr.

Dan sama seperti itu semua, ketakutan setiap orang juga berbeda-beda...

Ketakutan - rasa menghantam yang pasti pernah menghinggapi hati setiap orang - tentu akan membuatmu merasakan setidaknya satu dari tiga hal ini: membuatmu membenci dirimu sendiri, membuatmu membenci sekelilingmu, atau... Membuatmu sadar bahwa Tuhan turut serta menolongmu di setiap permasalahan, sampai akhir.

Dan aku, pernah, lebih tepatnya baru saja, merasakan ketiganya sekaligus.

Ada orang takut hantu, ada orang takut ketinggian, tapi aku berbeda.
Aku punya ketakutan yang menurutku sendiri aneh sekali, lebih tepat disebut tabiat buruk, yang orang lain mungkin bisa bilang... "Jah."

Satu hal yang aku pelajari, sedekat apa pun hubungan dua orang, tak akan pernah menjamin bahwa mereka sama.
Mau mereka teman sejak kecil, bahkan yang terikat pertalian darah sekalipun, tak akan pernah sama.
Seperti aku, yang punya ketakutan itu, ketakutan yang bagi salah satu orang terdekatku adalah hal yang enjoyable.

Pertama kali aku disuruh ikutan hal-hal kayak gini - hal yang secara langsung menghubungkanku dengan ketakutan itu - aku langsung marah-marah nggak jelas. :p
Aku ingat benar, waktu itu aku bilang, "Kalau mau, ya tanya dulu aku mau apa nggak, jangan langsung kayak gini!"
Padahal, well, di lubuk hatiku yang terdalam juga aku tahu ini yang terbaik, hanya saja aku... Takut, seperti biasa.

Waktu berjalan.
Aku yang memang udah nggak bisa protes lagi karena semua udah terlanjur, jadi benci sama diriku sendiri.
Kenapa aku ini 'penakut' banget, kenapa aku ini... Jayus sekali.
Bukannya ini kesempatanku buat menghilangkan ketakutan itu?
Tapi, pada kenyataannya, aku justru makin nggak berani.

Masih terekam jelas di pikiranku, bagaimana saat itu aku deg-degan setengah mati saat hanya disuruh datang.
Lebih parah lagi, aku SMS Abbey dan Angel... Pernah sampai menitikkan air mata di mobil.

PADAHAL, YA AMPUN, KETAKUTAN MACAM APA INI, SAUDARA-SAUDARA?
Percayalah, di antara sekian banyak ketakutan, milikku pasti termasuk ketakutan cemen. -_-

Tapi, sejak memberanikan diri untuk datang itu, aku mulai belajar sesuatu.
Aku mulai bisa melihat, nggak buta lagi. :p

Aku nggak tahu apa yang bisa membuatku melewati satu hari itu, sekitar tiga jam, tanpa teman ngobrolku yang biasanya.
Ya, aku sendiri.
Dan Tuhan, bagaimanapun, membuatku berhasil melewatinya dengan sebuah senyuman...

Sejak hari itu, kurasa hidupku nggak akan pernah sama lagi.
Mungkin cuma lewat hal yang kelewat kecil seperti ini, tapi setidaknya, akhirnya aku tahu bagaimana Tuhan selalu campur tangan walau kita nggak bisa melihatNya dengan mata telanjang.

Hari ini, semuanya berakhir.
Dan tepat saat semuanya telah berakhir itu pula lah, aku juga sudah berhasil mengalahkan rasa takutku.

Mungkin belum sempurna, aku tahu.
Namun setidaknya, aku sudah mencoba.

Dan setidaknya pula, aku tahu bahwa segala sesuatu terjadi untuk sebuah alasan.




Maaf ya, karena aku dan ketakutan bodohku ini selalu merepotkan.
P.S: Makasih untuk dasi kupu-kupunya yang menawan sekaligus mencekik :p

Jumat, 14 Januari 2011

Those Reasons

Kalau aku dilahirkan sebagai anak tunggal, mungkin aku tak akan pernah melihat kakakku menulis cerpen di komputer kamar kami.

Kalau aku tak pernah melihatnya mengetik cerpen, mungkin aku tak akan pernah merasa 'ingin menang'.

Kalau aku tak pernah merasa 'ingin menang' darinya, mungkin aku tak akan pernah mencoba menulis novel.

Kalau aku tak pernah menulis novel pertamaku, J2D, mungkin aku tak akan pernah tahu betapa jelek dan haramnya sebuah novel yang tak diberi paragraf.

Kalau setelah J2D aku berhenti, mungkin novel-novel menggelikanku macam Niko & Nisa, I'm Veronica dan 'satu-novel-lagi-yang-benar-benar-tak-berjudul' tak akan pernah lahir.

Kalau novel-novel menggelikan itu tak pernah lahir, mungkin aku tak akan pernah belajar menciptakan sebuah judul yang menarik.

Kalau Angel tak pernah yang janjian denganku untuk sama-sama membuat cerita tentang persahabatan, mungkin aku tak akan pernah menulis novel tak suksesku yang hanya berjumlah 13 halaman, D' Precious Friendship.

Kalau bukan karena novel gagal itu, Angel tak akan pernah menyarankanku untuk mengirim naskah novel ke Kecil-Kecil Punya Karya (Well, meski memang pada akhirnya aku tidak mengikuti saran itu :p).

Kalau Angel tak pernah menyarankan hal-hal semacam itu, mungkin tak akan pernah terlintas setitik pun ide untuk mempublikasikan tulisanku.

Terbang ke SMP kelas 2..
Dan seterusnya. :p

Kalau Ma'am Putri tidak pernah meminta kelas kami membuat cerpen di salah satu tes Bahasa Indonesia, mungkin aku tak akan pernah mencoba menulis cerpen.

Kalau aku tak pernah mencoba menulis cerpen saat itu, mungkin ide laluku untuk menerbitkan buku tak akan pernah di-refresh ulang.

Kalau saat itu pikiranku tak pernah di-refresh ulang, mungkin aku tak akan pernah mencoba membuat novel lagi.

Kalau saat itu aku tak pernah mendapat cobaan itu (HAHAHA! >:D), mungkin Unpredictable Missing Puzzle tidak akan pernah lahir.

Kalau novel 156 halaman itu tak pernah lahir, mungkin tak akan ada teman-teman yang pernah membacanya.

Kalau teman-teman tak pernah membaca novel itu, mungkin hingga sekarang aku tak pernah menyadarinya betapa aku memiliki kawan-kawan ajaib yang selalu mendukungku kapan pun.

Kalau aku tak pernah sadar akan dukungan-dukungan itu, mungkin aku akan berhenti di tengah jalan karena merasa jalan menuju mimpiku terlalu jauh.

Kalau bukan karena Unpredictable Missing Puzzle, mungkin aku tak akan pernah sadar betapa jeleknya tulisanku saat itu.

Kalau aku tak pernah sadar betapa jeleknya tulisanku saat itu, mungkin aku tak akan pernah mencoba membuat novel baru lagi, Setetes Embun Malam.

Kalau aku tak pernah menulis Setetes Embun Malam, mungkin aku tak akan pernah memulai titik awalku, mencoba mengirimkan naskahku ke salah satu penerbit.

Kalau aku tak pernah mengirimkan naskah novel itu ke penerbit tersebut, mungkin aku juga tak akan pernah mendapatkan amplop oranye yang berisi pemberitahuan bahwa naskahku ditolak.

Kalau bukan karena naskahku yang ditolak dalam hitungan satu minggu, mungkin aku tak akan pernah termotivasi untuk melanjutkan Mélodie d'Amour dan menyelesaikannya secepatnya.

Kalau aku tak mencoba menyelesaikan Mélodie d'Amour, mungkin aku tak akan pernah mengirimkannya ke penerbit itu lagi.

Kalau aku tak pernah mencoba mengirim novel itu, barangkali.. aku tak ada di sini, terbang, sedikit takut terhempas, namun tak dapat berhenti.

*

What I can say is, everything happens for a reason.

Mungkin kadang-kadang kita terhempas, bertanya-tanya mengapa hal itu harus terjadi.
Seperti aku.

But, well, seperti yang aku bilang, semua itu pasti ada alasannya. :D
Meski yang di atas itu cuma catatan seorang gadis cemen yang bermimpi menjadi penulis, tapi aku sudah bisa nge-list sebanyak itu.
Padahal, yah, lingkupnya cuma novel.

Bagaimana dengan yang lainnya?
Pasti masih banyak.
Dan tak jarang pula, kita terjatuh.

Namun, apa gunanya berhenti?

Tuhan tahu yang terbaik.
Dan Dia, seperti biasa, selalu punya waktu yang terbaik untuk rencana terbesarNya.

Retreat Motivasi

God has shown me that dreams do come true, contohnya beberapa hari yang lalu.
Kalau kita memang sudah doa dan berusaha, kenapa nggak? :D

Yang penting, selain keinginan atau goal kita itu nggak bertentangan sama mauNya, tentu aja kita harus memerhatikan syarat dan ketentuan di bawah ini. >:) huahaha.

Specific
Measurable
Attainable
Realistic
Timely

Hidup ini adalah sebuah perlombaan, dengan impian-impian di ujung sana yang pasti terus diperbaharui.
Apapun impian kita itu, sebesar apapun giant yang bakal menghadang kita di perjalanan, Tuhan pasti sanggup menguatkan kita. :D

Karena kita, sejatinya, adalah lebih dari seorang pemenang.

Aku sendiri, punya mimpi-mimpi.
Salah satu hal yang paling dekat, misalnya, dapat nilai bagus di UNAS.
Itulah yang dibahas di retreat motivasi kemarin sampai hari ini. :)

Well, aku dapat banyak hal.
Selain cerita tentang Mr. Sinung free kick yang begitu menempel di otak :p, salah satu hal yang paling aku ingat, tentu aja waktu aku bikin target nilai, dan berdoa sama Tuhan untuk minta bantuanNya. :)

Kalau bukan karena retreat motivasi itu, mungkin aku nggak akan memasang target seperti ini.
Kalaupun iya, barangkali aku sudah gagal di tengah jalan. :p

So, fight guys!
Seperti Mr. Sinung yang cuma punya tanggung jawab dalam bidang free kick itu, kita semua juga tentu bisa.
Meski UNAS ini masih terlihat nggak ada apa-apanya dibanding persoalan-pesoalan 'gila' tokoh-tokoh alkitab, tapi aku percaya, Tuhan udah ngasih kita tanggung jawab dan kita akan FINISH IT WELL. :D

"GRADE 9!
YES!
Uh yeaahh, baby."

Selasa, 11 Januari 2011

Thank You :)

Thank you, Jesus :)
You answered my prayer.

I can now cross and remove one of my wishes.
Yay thank you God, again. :D


Dear my gorgeous monsters,

"Together forever, never apart. Maybe in distance, but never in heart.”

Jumat, 07 Januari 2011

AMEN.

Yeah, honestly, I'm afraid.. that it's just not enough.

But, Kim A's right, God is always be with us.
Fight, guys!
We can do it!

In the name of Jesus Christ, amen.

Kamis, 30 Desember 2010

100 Words = 1 Step

Hari ini aku kembali sadar, betapa gilanya hidup ini.
Hidup ini, perjalanan yang aneh tapi nyata, tak bisa diprediksi, menyimpan misteri-misteri terselubung, menantang kita hari demi hari.

Ya, seperti hari ini.

Jauh sebelum hari ini tiba, aku sudah lama menunggu.
Jantung berdebar tak karuan menunggu bintang segera lengser dari kedudukannya, berganti mentari.
Namun, kala itu bukan saatnya.

Hari berganti hari, bisa dikatakan aku sudah (hampir) lupa.
Malam kemarin, sempat terlintas di otakku, menyadari kalau besok sudah hari Kamis.
Ternyata hari memang seakan beranjak lebih cepat bila ia tak dinanti.

Pagi ini, tepat setelah aku membuka mataku, aku langsung turun memburu koran.
Bukannya ingat tentang hal yang terlintas di otakku kemarin, tapi aku langsung memburu berita tentang pertandingan Indonesia vs Malaysia tadi malam.

Sayang, koran itu lenyap sudah dibawa papa -__- hahaha.
Oooookay.

Tak lama, kakakku datang, menanyakan hal itu.
Hal yang mengingatkanku padanya.

"Nggak tahu, sih, kayaknya korannya dibawa papa ke kantor," ujarnya lantas beranjak ke kamar. Namun ia berhenti sebentar, menatapku lurus-lurus. "Oh ya, kamu masih ngirim-ngirim ke sana ta?"

"Hah? Nggak," jawabku spontan. Memang tidak. Maksudku, terakhir kali aku mengirim artikel itu adalah seminggu yang lalu, dan semenjak itu aku sudah lupa.

"Oh?" Ia memiringkan kepalanya. "Soalnya tulisanmu masuk."

Dan setelah itu, aku, dengan segala kejayusan itu, hanya ber-"Hah? Hah?" ria.

Ternyata Tuhan menjawab.
Memang hanya 100 kata, sesimple itu, tapi artikel pendek itu membuatku sadar kalau Tuhan ada di sini, mendengar doa-doaku, dan menunggu waktu yang tepat untuk menjawab.

Btw, you *pointing him :D*, thank you for the support! :)
Meski awalnya nggak secara langsung -__- hehe.
Cuma, asal tahu aja, statusnya Mr masuk Top News, jadi aku bisa baca hahahaha.
Big thanks. ;)


P.S: KORANNYA PAPA KETINGGALAN DI KANTOR. -___- Jadi, yeah, honestly aku memang belum liat, bahkan pegang koran itu secara langsung. Ha-ha. Misteri hidup.

Sabtu, 11 Desember 2010

Indescribable Life

God has a plan for each of us, that's why we're born in the world.



It's me, when I was still little, less than 1 year I think :)
How chubby I am there!
Hahaha.

Well, time flies, dear.
Fourteen years have passed since I cried at the hospital with my dad and mom, looked at the world for the first time :)

It was like, the world stared at me and said, "Welcome to the world, baby, feel the craziness from now on."

Yeah, I've grown, standing here in the middle of the world.
Living my life with these dreams, wishes, prayers.

Many things have changed, but life still goes on.
That time, maybe I was just crying because of wounded knee, but now everything seems harder.
But, yeah, time doesn't matter, life must go on.

I'm still here, can't do anything except living my life.
I just have two choices; whether I'll live the life with smile, or with tears.
The first choice is definitely the best :)

And I'm standing here... with a smile.
Believing that God has planned everything for me, for the best.

I know, He's hugging my dreams, holding my wishes, and answering my prayers.

What about you? :)

Kamis, 09 Desember 2010

Thank You, Lord

Yeah.
Thank you, Lord.
Thank you, Lord, for giving me this precious and unforgettable life lesson. :)

Hari ini aku belajar sesuatu.
Ya, lagi-lagi tentang poin-poin kehidupan yang entah di mana ujungnya.
Namun, Tuhan sudah membawa aku ke titik ini, dan aku bersyukur, benar-benar bersyukur karena Ia membuat aku mengerti.

Pertandingan basket.
Ya, semuanya berawal dari situ.

Pertandingan ini bukan tentang aku, tapi tentang kami.
Tentang kelas 9.
Di mana kita berjuang bersama-sama untuk teman-teman kelas 9, yang sudah ada di hati ini sejak belasan tahun yang lalu.

Kami kenal cukup dekat dengan teman-teman kelas 8 yang menjadi lawan kami hari ini.
Karena itu, kami nggak mau meremehkan, walau orang-orang sudah bilang kalau kelas 9 pasti menang.
Well...

Oke, jangan kira aku santai, atau gimana.
Aku juga nggak berbakat, hahaha, aku tahu itu.
Tapi ini tentang pertandingan yang mungkin merupakan yang terakhir di SMP, sekaligus kesempatan bermain yang terakhir kali bersama teman-teman yang, yeah, mungkin bakalan pisah sekolah sama aku.

Alhasil, kemarin malam dan malam sebelumnya aku banyak teleponan dengan Dea, juga chat dengan Fefe.
Mengatur strategi, yeah, and so on.

Dunia basket ini sempat melayangkanku dan Dea ke masa-masa berharga itu - DBL.
Setiap kata yang aku tuliskan di sini nggak akan pernah mewakili, percayalah.
Kami ingat benar, terutama kami berdua, yang pulang jam 10 malam, telepon sana-sini, mengurus hal ini-itu karena guru-guru nggak bisa mendampingi, sampai jatuh-bangun di lapangan biru itu, kami berdua ingat dengan sangat-sangat jelas.

Waktu itu, well, mungkin memang saat-saat di mana Tuhan menguji kita.
Tapi aku bersyukur, bersyukur sekali.
Melalui DBL itu aku belajar untuk nggak perlu khawatir berlebihan, dan berserah pada Tuhan sepenuhnya.
Filipi 4:6, seperti kata teman-teman DBL saat itu.

Aku dan Dea masih asyik berbincang, dan tiba-tiba dia menceritakan isi doanya padaku.
Dea bilang, dia nggak akan minta untuk menang, semuanya terserah Tuhan, tapi toh Tuhan tahu apa yang kita inginkan.
Kita berusaha yang terbaik, sisanya urusan Tuhan.

Well, siapa yang nggak mau menang, coba?
Tapi tetap saja.
Pasti ada pihak yang menang, ada pihak yang kalah.
Di samping bagaimana usaha kita, sisanya di tangan Tuhan.

Babak pertama, yeah, kita sudah ketinggalan.
Aku ngos-ngosan, dalam hati merutuki diri kenapa udah jarang menyentuh bola basket pasca DBL.
Aku tahu aku memang nggak bakat di bidang itu, tapi setidaknya, seharusnya aku latihan lebih keras...

Babak kedua, aku melihat jelas wajah-wajah itu.
Felia, Fefe, dan Dea, terutama.
Wajah-wajah ingin menang, wajah-wajah ingin maju.
Aku pun juga begitu.
Kembali lagi, siapa yang tak ingin menang?

Melalui Felia, kami memang mengejar beberapa kali.
Tapi yeah, seperti yang aku bilang tadi, sisanya urusan Tuhan...
Dan kali ini Tuhan sedangkan menyalakan lampu merah.

Aku coba menghibur diri, bilang kalau toh aku memang sudah jarang latihan dan tiba-tiba langsung begini, jadi aku sudah do the best.
Tapi semua yang aku upayakan itu terasa masih belum cukup...
Sampai aku ingat doaku dan doa Dea tadi malam.

Thank You, Lord.
We lost.
Thank you, thank you for giving me these experiences.

Tidak selamanya kemenangan selalu menjadi pelajaran hidup.
Tidak selamanya, Kawan.
Dan well, menurutku sih, pelajaran-pelajaran paling berharga justru kita dapat di saat-saat yang bisa dibilang, worst time, seperti sekarang ini.

Basket memang bukan panggilan hidupku (HAHAHA!), tapi aku bersyukur karena Tuhan sudah memberi kesempatan buat aku untuk ikut dalam ajang-ajang seperti ini.
Aku memang tidak lantas menjadi sehebat Michael Jordan, tapi aku dapat pelajaran yang lebih dari itu.

Untuk tidak takut mencoba hal-hal baru, untuk menjadi semakin dewasa, untuk semakin dekat dengan teman-teman, dan yang terutama, untuk semakin dekat dengan Tuhan.

Thank You, Lord. :)

Dan untuk cowok-cowok kelas 9, congrats, you did it!
Tak terkecuali, untuk teman-teman putri kelas 8, congrats too, keep going. :)
Kalian masih punya hutang di DBL 2011, ingat? :P

***

Filipi 4:6.
Pengkhotbah 3:11.

Itu ayat-ayat yang sempat, dan selalu, menguatkan aku dan teman-teman DBL.
Semoga memberkati :)
Hahaha.

Senin, 29 November 2010

SHS: Coming Soon

Oh well, hari Minggu lalu di gereja waktu puji Tuhan, tiba-tiba sebuah gagasan - oh bukan, lebih tepatnya pertanyaan - mendarat di kepalaku.
Setelah berpikir sedikit-banyak lama, akhirnya aku memutuskan untuk membahas ini di blog - setelah tertunda satu hari, karena kemarin aku belajar buat UAS sampai hampir autis.

"Hidup itu seperti apa sih?"

Exactly, seperti itu.
Pertanyaan yang sesederhana itu, tapi bisa membuatku menguras otak sedemikan keras.
Mungkin terdengar simple sekali, tapi coba kalian pikir, apa jawaban yang paling tepat?

Well yes, hidup itu berputar, sudah pasti nggak terpaku pada satu titik aja.
Jadi, perumpamaan yang pertama kali muncul di otakku adalah .. gasing.
Ya, gasing, benda yang kalau ditarik berputar itu, mainan kesukaan anak kecil.

Tapi setelah pikir-pikir lagi, aku merasa gasing kurang cocok.
Gasing memang berputar, tapi lama-lama ia melamban, remember?
Jadi, gasing? Coret.

Setelah itu, pikiranku melayang ke libur lebaran lalu, aku sempat mampir ke Malaysia, main di salah satu Indoor Theme Park, kalau nggak salah namanya Cosmos.
Salah satu mainan favoritku namanya 'Wave' kalau nggak salah.
Jadi itu seperti permainan yang mengajak kita membelah angin - seperti itu bahasa bombastisnya.
Kita duduk di semacam kereta, lalu muter-muter di relnya dengan kecepatan tinggi.

Aku jadi sedikit berimajinasi, hidup itu seperti permainan itu.
Dengan catatan, permainan 'Wave' yang mesinnya rusak. :P
Get what I mean?
Jadi, yeah, muter-muter terus dengan kecepatan tinggi, tapi nggak berhenti-berhenti.

Berputar, well...
Setelah aku mendalami lagi, sepertinya juga kurang tepat.
Perumpamaan ini kan mirip dengan kata-kata 'hidup itu bagaikan roda', dan jujur saja aku kurang setuju.

Memang benar, kadang kita di atas, kadang kita di bawah.
Tapi situasinya kan berbeda.
Nggak seperti roda, kalau di atas ya dihembus angin, kalau di bawah ya mencium aspal.
Hidup nggak selalu begitu, kan?
Jangan salah, hidup itu cukup kreatif untuk memberi kita permasalahan yang beragam, tanpa kita bisa pilih menunya.

Jadi ya, aku tetap merasa kalau permainan 'Wave' itu kurang mewakili.
Nyatanya, kita nggak pernah berdiri di satu tempat yang sama, bukan?

Jadi, setelah berpikir begitu lama, aku masih nggak bisa menemukan jawaban yang tepat seratus persen.
Hidup itu seperti apa?
Ya .. Seperti ini.

Kemudian aku kembali melayang, merenungi nasib - itu kalimat ironisnya.
Melayang ke masalah waktu.
Bagaimana gilanya dunia ini membawa aku ke sana kemari, tanpa aku bisa menolak.

Rasanya baru kemarin aku menapaki grade 9, mengerjai anak-anak kelas 7, duduk di bangunan sekolah yang baru.
Tapi sekarang udah hari pertama UAS.
HARI PERTAMA UAS!
Get it?
Artinya sebentar lagi aku selesai UAS, lalu libur sejenak, lalu try out, lalu UNAS, lalu .. ya, selesai.

Aku seperti berada di antara ada dan tiada, hahaha.
Antara kenyataan dan alam bawah sadar.

Aku sadar betul kalau waktu berjalan sangat cepat.
Karena itu, aku juga sadar betul kalau aku sedang berkeluh-kesah.
Hahaha.

Di sela-sela les, aku pernah bilang sama Ce Ribka, berkeluh kesah sejenak kalau waktu berjalan sangat cepat, bentar lagi SMA sementara aku masih ingin di sini, di bangku SMP.
Dia bilang aku aneh, haha!
Kebanyakan orang malah mau cepet masuk SMA, tapi aku nggak.

Well, sebenarnya bukan masalah 'label' SMAnya, teman-teman.
Bukan seragamnya yang ganti, bukan pelajarannya yang tambah susah, bukan juga masalah umurku yang makin tua.
Alasanku jauh-jauh berbeda dari itu semua.
Kalau SMA ya udah, terus kenapa? - that's what I think.

Masalahnya... Terletak pada kebersamaan ini.
Pada tempat aku duduk, bersama teman-teman dan guru-guru yang ada di sekeliling.
Well, aku sudah di Benih Kasih sejak playgroup, dan otomatis sudah ketemu teman-teman yang ini di MDC (lagi).
Kalian bisa bayangin sudah berapa tahun aku kenal mereka, belasan.
Belasan. -HELLO?

Gosh .. aku pasti bakal kangen sama guru-guru, itu yang pertama.
Aku bakal kangen sama mereka-mereka, si A yang suka bilang 'Heh heh heh heh!' sambil pura-pura melayangkan tinju, si B yang sukanya pake bahasa gaul 'Guys!', si C yang suka mengerut-ngerutkan alis, si D yang punya perut tambun, si E yang punya nama kocak, sampai si Z yang menyebut busa sebagai soda.
Mereka semua, tanpa terkecuali.

Aku juga pasti akan kangen setengah mati sama teman-teman gila ini, yang udah duduk dalam satu ruangan bareng sama aku selama belasan tahun.
Dia yang model lebay, dia yang kalau ketawa kayak kuntilanak, dia yang kalau malu mukanya merah abis-abisan, dia yang .. semuanya.
Mereka semua, tanpa terkecuali.

Kalau udah tahu waktu berjalan begitu cepat, lalu kenapa nggak sekalian SMA di MDC juga aja?
Oke, aku tahu, SMA itu perhentian terakhir.
Itu yang menyebabkan casenya lebih serius dari yang lainnya.
Aku juga nggak mau kecewa, nggak mau salah pilih, but the fact is, semua itu ada resiko dan konsekuensinya.

Well, mungkin beberapa orang tahunya aku diem sekali, tapi orang-orang yang lain mungkin menepis kuat-kuat dan bilang aku ini hampir mendekati tahap autis.

Karena .. inilah pengakuannya.
Aku bisa 'gila' sama mereka-mereka yang udah bersama aku dalam jangka waktu lama - seperti temen-temen sekolah, misalnya.
Karena, yeah, aku ini orangnya memang nggak bisa 'take a move first'.
Tunggu orang dateng ke aku dulu (atau nggak tunggu waktu jalan dulu, haha!), baru aku bisa deket, dan bisa berteman baik.

Aku mau pindah bukan karena nggak suka sama MDC - man, yang bener aja, aku udah cinta mati sama orang-orang di dalamnya.
Tapi karena life must go on, dan aku nggak bisa kayak gini terus, haha.

Aku seperti .. harus keluar dari cangkangku.
Yeah, begitulah, seperti kura-kura, kalau kalian ingat buku cerita Franklin.
Seperti itulah, seperti Franklin.
Nyatanya dunia bukan selebar cangkangku, tapi jauh di luar sana, ada banyak hal yang menanti.
Mungkin satu poin itulah yang harus aku benahi.

Time flies, aku memang nggak punya waktu banyak lagi dengan serba-serbi koleksi guru dan teman 'gila' itu, dan sekaligus - bad newsnya - aku nggak punya waktu banyak lagi untuk memutuskan.
Well, itu bukan pergumulan saya saja sebenarnya, tapi juga sebagian teman-teman yang lain.

Hanya saja, setiap kita punya kaki masing-masing, berhak menentukan ke mana kita akan melangkah.
Memang benar, pasti banyak dari kita yang udah kepencar-pencar.
Life must go on - nggak berarti persahabatan kita harus lepas juga, tapi yang bergerak cepat itu adalah si Abang Waktu.
Begitulah kenyataannya. X_X

Mau menghindar juga nggak bisa, toh waktu berjalan makin cepat.
Yang bisa aku lakuin, ya jalani aja.
Setiap dari kita kan masih ada di lingkup dunia, dan ada tangan Tuhan yang menggerakkannya. :)
Setiap dari kita punya jalannya masing-masing...

Kembali pada topik tentang hidup yang tadi, aku tetap nggak bisa menemukan jawabannya.
Hidup itu .. ya seperti ini.
Seperti ini - tempatmu menapaki kaki, menaruh hatimu, memutuskan mau terbang atau tidak.
Hidup itu bukan seperti gasing atau mainan Wave tadi.
Hidup itu .. ya seperti ini.

Ngomong-ngomong, hidup itu terlalu singkat untuk dihabiskan dalam keluh kesah - aku baru sadar, hahaha.
Keluh kesahku juga nggak akan menghentikan denyut waktu.
Daripada keluh kesah itu makin mengikis waktu yang tersisa, ya mending seperti slogan salah satu iklan itu, enjoy aja.
Enjoy iya, tapi juga give the best. :D

Tidak perlu bingung tentang pertanyaanku tadi - hidup itu seperti apa.
Tugas kita bukan menjawabnya, tapi menjalankannya.
Seperti apa hidupmu, itu tercermin dari dirimu sendiri, dari setiap langkahmu, dari setiap keputusanmu.

Selebihnya .. biar Tuhan yang menjawab. :)

Rabu, 24 November 2010

23.11.10

23.11.10 - 22:38



Dzooomm!
YABADABADOOOOOOOOO! :D

Inhale, exhale. :)


So here's the story, my adventure.
Petualangan yang barangkali memang sudah dimulai cukup lama.
Aku tidak bilang sangat, aku bilang cukup. :P
Perjalanan itu, perjalanan sejak aku terdampar dalam pulau ini dan membiarkan awan-awan mengajakku menggapai titik puncak bintang.

Namun perjalanan kali ini berbeda.
Jauh, jauh berbeda, karena kini ia kembali mengangkat hatiku, menari bersama melodi yang mengalun, jatuh-bangun bersama pikiran merajalela yang buntu, tapi menarikku kembali pada titik ini: harapan.

Mélodie d'Amour.

Ingat saat kala itu aku berkata bahwa targetku adalah 15 November?
Mamamia, pardon my attitude. :(
Aku memang sudah berusaha mengebut, tapi tidak bisa dipungkiri lagi, ada saat-saat tertentu di mana dunia perselancaran internet tampak jauh lebih menarik.
Yehhh.

Aku ingat benar, hari itu Senin pagi, dan aku tahu komitmenku musnah sudah.
Hari itu ada pelajaran olahraga, dan aku pun mulai melancarkan pengakuan dosa.
Aku bilang sama Angel, "Sorry dear, ceritaku belum selesai.." :|

Kenapa aku bilang sorry?
Well, karena aku merasa bersalah. -__-
Saat itu aku pikir, Angel ngasih aku deadline itu supaya aku bisa segera konsen sama Elemen: Segi-Segi Kehidupan.

Tapi, Kawan, inilah kenyataannya: aku salah.
Alasan Angel bukan 'sedangkal' itu.
Aku lupa tepatnya dia bilang apa, tapi aku ingat betul apa intinya.
Well, dunia kepenulisan yang sebenarnya itu nggak akan semudah apa yang aku jalani sekarang, seorang penulis-amatir-yang-sempat-gagal.

Sebagai contoh, waktu editor atau siapa pun minta penulis untu
k segera merampungkan naskahnya, bisa lagi nggak kita mengulur-ngulur waktu, apalagi sampai kabur ke dunia internet?
Walau hanya sejenak, tapi sekali nggak, tetap nggak.

Aku mengerti.
Sungguh.
Dan itulah alasan kenapa aku sangat berterima kasih pada Angel, my angel. D:
Hahaha.
Berhubung Rabunya libur, dia kasih aku kesempatan lagi untuk selesaiin itu novel Rabu depan (yeah, hari ini) karena hari Rabu itu ada pelajaran komputer dan kita bisa lanjutin cerita si Elemen.


And after that, I was getting serious.

Minggu-minggu ini adalah minggu sibuk menjelang UAS, dan kalian nggak akan bisa bayangin betapa padatnya jadwal kami.
Dengan jadwal koleksi-koleksi lesku, aku bersyukur juga karena nggak sampai muntah darah. :'D
Ha-ha-ha.

Saat kubilang aku mengerti, aku memang mengerti.
Aku tipe orang yang .. seperti ini: kalau target itu nggak aku
tepati, maka target-target selanjutnya akan hampir pasti nggak aku tepati juga.

Nah, aku nggak mau memperburuk keadaan, definitely.

Tapi aku juga nggak mungkin nulis ngalor-ngidul dari saat ayam berkokok sampai bintang tebar pesona, karena, yah, memang .. jayus. -_-
Namun aku tahu, semua itu memang konsekuensinya.
Sekali lagi kata-katanya Angel terngiang di telingaku.

Kemarin termasuk salah satu hari sibuk yang berpotensi menyebabkan vertigo; aku harus belajar untuk evaluasi fisika dan sejarah, juga harus les mandarin.
Nyehehe, wow. >:)


Bukannya lantas nggak belajar, lah.

Tapi semua itu memang ada waktunya, ada konsekuensinya sendiri-sendiri.
Sebelum les aku lanjutin ini novel, dan alhasil malam kemarin - sekitar pukul 21.30 - jari-jariku kembali menari di atas keyboard, berperang dengan waktu.
Haha.

And the fact is .. GOD IS GOOD! :D
THOSE FINGERS WON THE BATTLE!

Aku pun langsung norak, senyum-senyum sendiri di depan laptop, kemudia
n dengan gencar menekan tombol print screen.

Kata-kata yang paling bawah itu masih senantiasa mendampingiku. :)



Oh ya, satu hal yang kukagumi, di tengah segala jenis kenorakan yang mencapai pada puncaknya itu, rupanya otakku masih sedikit-banyak bekerja.
Ha, jadi ini tentu saja kali pertama aku tahu persis kapan pertama kali aku memulai sebuah novel, dan kapan novel itu tumbuh dewasa sepenuhnya - 23.11.10-22:38 :D

Jadi, itulah dia.
Perjalanan dari seni yang tak terdeskripsikan.
Perjalanan yang belum usai .. namun baru saja dimulai.

Dan ngomong-ngomong, for everyone .. merci beaucoup.

1. Thanks to my Jesus Christ, yang sudah membiarkanku terdampar dalam pulau tempat hatiku berlabuh ini, dan telah membimbing jari-jariku untuk menari di atas keyboard.

2. To my family, especially mama, thank you udah memompa aku, nanyain hal-hal seputar kursus menulis, and anything else. Btw, mom, I've done with my newest novel, forget about Setetes Embun Malam. :)

3. My friends, the best I have ever had, THANK YOUUU! :D Untuk Angel yang sudah memacu aku sedimikian rupa seperti yang di atas itu, untuk Clara yang udah bilang aku 'hebat' padahal nggak, untuk Abbey yang berdecak-decak ria kalau aku berlutut di hadapan writer's block, untuk Fanie yang dengan antusias nanyain gimana kabar ceritaku. :) And for all of you, guys, yang secara sadar atau tidak sudah turut menyuntikkan kontribusi. - And hey, jangan lupain hal-hal kecil, thanks to James too, contohnya, yang sudah memberitahu aku berapa jam perjalanan Indonesia-Eropa. :)

4. EVERYONE ELSE, THANK YOU SO MUCH! :) -lovelovelove!


I will never stop, cos I'm climbing the stairs of my dream...

Minggu, 10 Oktober 2010

10.10.10 :)

Bahahaha.
Well, okay. D:
I'm copycat-ing Abbey.

Anyway, this is awesome! :D


PERFECTO, right? :)

I think there are so many couples are married today, and lots of babies are born.
Hahaha.


By the way...
May God Bless Brandon.

Senin, 20 September 2010

How It Affects My Life

Sore ini, sepulang sekolah teman spesial saya (?) yang bernama Abbey ikut ke rumahku, dia dijemput di sini.
Hahaha.

Dan well, yah, seperti yang kalian tahu, ketika cewek-cewek berkumpul, maka akan tercetus beribu topik yang tiada habisnya.
Mulai dari mengomentari baju bonekaku, Po, sampai ke topik yang lebih serius; GagasMedia dan serba-serbinya.

Akhirnya secara live dia liat "the-shocking-orange-envelope", dan sedikit-banyak berkomentar.
"Aduh", "Yah", "Tapi gapapa lah jess", dan--yang paling membuat aku senyam-senyum sendiri sampai sekarang--"Kamu kok cek tegare seh jess?" X_X
Bahahaha.

Setelah itu, entah dari mana asalnya, tiba-tiba ada pikiran yang melintas gitu aja, dan akhirnya buat aku semangat blogging hari ini. *.*

Tentang bagaimana ajaibnya, ada momen-momen tertentu dalam kehidupan kita yang menentukan nasib kita seumur hidup.
Gimana singkatnya momen itu berlalu, tapi efeknya... Wow.

Contoh nyata, UNAS.
'Giant' buat hampir semua pelajar ini memang terbilang singkat sekali, tapi hasil keringat kita belajar 3 tahun cuma ditentukan dari momen ini, momen singkat ini.

Bayangkan saja, nasib kita di jenjang SMP, hasil belajar kita selama tiga tahun, itu cuma ditentuin sama UNAS yang cuma 4 hari (bener ga?) dalam hitungan jam.

Tiga tahun atau 26280 jam itu bisa aja luluh lantak seketika dalam hitungan jam.
HITUNGAN JAM! X_X

Hello...?
Okay. -___-

Oke, bagaimanapun, UNAS itu cuma contoh kecil dari banyak kejadian nyata lainnya.
Bisa jadi setiap kita punya cerita yang berbeda, seperti aku...

Kejadian pengembalian naskah itu memang sudah lewat beberapa hari lamanya, tapi baru sore ini aku sadar.
Bagaimana supernya shocking-orange-envelope itu bisa mempengaruhi aku, mempengaruhi mimpiku, memgaruhi hidupku. X_X

Aku memang nggak ingat pasti kapan pertama kali aku menulis novel itu.
Yah, mungkin kira-kira kelas 8.
Menurutku, nulis 110 halaman plus revisi dan serba-serbinya itu took time lumayan banyak lah.

Awalnya, aku ngira journey nerbitin novel dan blahblahblahnya itu cuma tentang bagaimana aku bisa selesaiin itu novel secepatnya, dan bagaimana aku bisa MEMUTUSKAN untuk ngirimin itu ke GagasMedia.

Tapi rupanya aku salah.
Ketika dalam kurang dari satu minggu naskah itu dibalikin, saat itulah adventure yang sesungguhnya dimulai.

Bagaimana aku memutuskan untuk tetap menekuni dunia ini atau nggak.
Untuk nulis dan nulis lagi, sampai akhirnya ngirim lagi ke GagasMedia atau nggak.

Dan...
Apakah aku tetep bakal nerusin mimpi ini?

Pertanyaan ini memang terdengar simple sekali, tapi rupanya dia mengubah segalanya.
Setiap keputusan yang aku ambil gara-gara naskah gagal ini bakal mempemgaruhi hidup sepenuhnya, dan hasilnya tentu akan mengubah skenario kehidupan.

Wow.
Sore ini lah aku baru sadar.
Betapa 'sepelenya' momen itu, dan betapa 'gilanya' dia bisa mengubah hidup kita habis-habisan.

Memang benar, rupanya ada momen-momen tertentu dalam hidup yang efeknya bisa sampai lifetime.

Pertanyaannya, keputusan apa yang bakal kita pilih?
Dan apa kau akan nekad berjalan sendiri?

Well, if I decide to walk myself without You, I think I'll break my 'legs' (?), my dreams, and my life. :)

Selasa, 14 September 2010

Shocking Orange Envelope

13.09.10 :')
that was the day when I received the "shocking-orange-envelope".

mmh, yeah...
jadi, begini kisahnya.

kemarin malam, sekitar jam 9, aku baru sampe rumah.
telpon angel lumayan lama, sampai jarum pendek jam berpindah ke angka sepuluh. o.o
setelah itu, aku masuk kamar.

di sinilah kenyataan dimulai.
mama masuk kamar.
dan membawa amplop besar berwarna oranye.
katanya, ada surat buat aku.

jeng jeng jeng.



awalnya sih aku nggak tahu itu apa.
tapi di cover depannya, ada tulisan "Yth Jesslyn Chandra".
wihh.
formal banget. o.o
dan di amplop itu, ada huruf "G" besar, dan aku langsung tahu itu surat dari siapa.

nggak salah lagi, surat dari Jakarta.
GagasMedia.

aku nggak tahu karena panik atau kaget atau apa, tapi aku langsung cepet-cepet buka amplop itu secara liar.
jadi, bukannya dibuka pelan-pelan, tapi malah aku robek.
hahaha.
jadinya seperti yang di atas itu.:/

right.
mungkin kalian sudah tahu.
naskah dibalikin itu artinya apa.

selain naskah dan kawan-kawannya seperti sinopsis dan biodata penulis, ada surat dari GagasMedia.
surat itulah yang memperjelas semuanya.



mungkin kalian nggak bisa baca, tapi yang pasti, surat itu menyatakan kalau naskahku nggak diterima.
haha, alright.

believe it or not, my heart was like, "oh, okay."
idk why.
that's extremely weird.

mungkin, alasan pertamanya adalah karena aku udah punya feeling.
well, nggak bisa disebut feeling juga sih sebenernya.
cuma, waktu di singapore itu, aku udah kayak mikir-mikir tentang Setetes Embun Malam ini.
betapa jayusnya, betapa aku harus memperbaiki tulisanku, betapa bla bla bla nya.

tapi, ada juga alasan kedua, yang menurutku paling masuk akal.
karena... aku punya orang-orang yang selalu support aku setiap saat. :')

setelah tahu naskahku nggak diterima itu, mama bilang, "nggak apa-apalah, namanya juga baru pertama."

waktu aku sms abbey, dia bilang supaya aku jangan down.
aku masih inget banget, tanpa perlu aku abca smsnya lagi.
dia bilang, Tuhan pasti punya rencana yang super keren super baik buat aku.

siang ini aku ketemu angel, dia bilang juga supaya aku never give up.
katanya juga, setidaknya aku udah punya tujuan dalam hidup.

itulah tiga orang yang aku ceritain tentang hal ini, yang ngasih aku tiga ribu alasan untuk aku agar tetap tersenyum.

THANK YOU FOR THE SUPPORTS. :')

alasan ketiga adalah, betapa aneh dan janggalnya, karena bisa ada pemberitahuan dari gagas dalam waktu 2 minggu.
yeah, 2 MINGGU.
padahal, katanya baru ada pemberitahuan setelah 5-6 bulan.
memang aneh, dan aku juga sudah tanya tentang masalah ini.
cuma belum dijawab. :P

positifnya, aku jadi semangat lagi buat cepet selesaiin novelku yang baru ini.
entah berujung di GagasMedia atau penerbit lainnya, yang penting targetku tetap sama: nerbitin buku sebelum lulus SMP.

yeah, jadi...
begitulah. :)

this is the real adventure.
just like what they said before, I won't give up.

I thank God because at least I had started the step, and there's enough time for me to continue my journey. :)

I know, there'll be a right time for me to know His SUPER PLAN for me.

thank you, I really thank you guys.
without you, I won't even start this journey.
but your supports make me believe.

and now, it's time for me to keep on hoping, and keep going on.
my dream won't stop here, I'll keep moving forward. :)

THANK YOU FOR EVERYTHING. :')

Rabu, 25 Agustus 2010

Heartache (2)

masih terkait dengan postingan Heartache beberapa hari yang lalu.
yang satu ini, kalau dibahas memang nggak ada habisnya.

beberapa hari yang lalu, heartache itu baru meliputi "heartache-which-attacks-ourselves".

hanya saja, hari ini aku sadar hal yang kadang lebih menyakitkan dari sekedar sakit hati dalam diri kita sendiri.
kadang-kadang, sakit hati jenis ini justru lebih menyiksa.

#youknowwhatsannoying?
when your beloved one doesn't trust you as what you hope.

but...

#youknowwhatsmoreannoying?
when you know someone you love is feeling heartache and you can't give any helps.

this is what I tweet, using my acc @jeceemwah:
You think that I don't know, but I definitely know that you're feeling the heartache. You don't want me to know, so I just can pray for you.

and now, honestly i don't know what to do.
i can do nothing, except pray... maybe?

i don't know whether you read this and realize that this is you or not, but what i can say now is...
"Get well soon. Call me when you need me. (?)"
haha.

baby, i'm serious. :P

God bless.

p.s: for those who know who am i talking about, just keep quiet. haha. let our hearts talk, maybe that's enough.

Senin, 09 Agustus 2010

Talents

Do you need talent to be a writer?

if
YES, it'll break so many people's motivation.
those who wanna be a great writer but not born to be.

if NO, looks like we're underestimating great writers all around this world.

i'm kinda confuse, but now, i've known the answer.
you should read this post!
written by one of great writers here in Indonesia.

*CLICK!*

i'm really blessed.
i know what's even more important than the "talent".
it's about "diligence". :)

i found the url from GagasMedia's website.
and, you know what?

i guess this is one of His plans.
His indescribable plans.

Selasa, 22 Juni 2010

the best day ever :P

aww. aww. aww.

THIS IS THE BEST DAY EVEEERRR!
LALALALAAA!
ha-ha-ha *ketawa khas spongebob squarepants*
:P

hahaha.
sorry.
u may be a little bit crazy when you're really happy.
get it? :P

yah, dibilang the best day ever ga juga seh.
hari ini diawali dengan desahan keluhan dan isakan,
haha.
sampai-sampai alarm aku snooze.
itulah cara bodoh saya untuk mengulur waktu supaya kehidupan tidak cepat2 dimulai.
wahaha.
in fact, time still runs.

mau tidak mau saya menyadari kalau saya harus cepat duduk di meja belajar lalu membuka buku mandarin.
YAK! rajin sekali.
hahaha.
saya harus menjalani ulangan sementara banyak yg bolos karena pergi.
saya harus mendekam di rumah selama teman2 pergi ke negara tetangga.

singkat cerita, God is good all the time! <3
hahaha.
really really really.
i can do almost all, the whole test.
biar tipe soalnya beda dari guru sebelumnya, tapi yang kali ini baik.
hahaha.
dia ngasih clue2 gitulah. (Y)

flashback, back to yesterday.
such a crazy day.
bukannya belajar, tapi malah online online online.
crazy chat with @abbeyybieber.




lovelovelove the doodles.
OKAY.
jujur saja, itu ide saya pertama kali untuk menggambar wajah labu bunting.
hahaha.
dan saya juga yang nyuruh ngepost di blog. :P
how great i am?! :D

ohya, aku lupa maximaze YMnya waktgu ngecapture.
jadinya, tuh, ada youtube di belakangnya.
hahaha.
Captain Tsubasa, puas? :P
wkakakak.
apaan tuh @abbeyybieber?
emang iya #honestyhour ku suka nonton captain tsubasa, tapi kalau upin ipin BIG NO-No ya.
get it?
saya tidak suka sama sekali sama dua tuyul kembar itu. :/
wkakakakak.

last, tentang Setetes Embun Malam.
duuuhhh. :S
i have no idea.
hih!
ga tau lagi apa bisa itu selesai dalam waktu sesingkat ini.
sejauh ini, pemakaman nico.
hahaha.
kayy... just wish me luck, guys.

BYEBYE! :)

Kamis, 17 Juni 2010

bingo!

you know what?
looks like i just spend my holiday in front of computer or laptop.
no hanging out, not going anywhere.
just staying here.
wahahah.
keep holding on! :')

but let's take the positive point.
aku jadi lebih sering online, dan untungnya dengan internet yg ga putus2 lagi kayak biasanya. -_______-
dan aku bisa ngelanjutin Setetes Embun Malam lebih sering. :)

well, bukan berarti nulis nggak bikin bosen, ya.
ada kalanya kamu kehabisan ide dan langsung mengklik tombol close saking kesalnya.
whahahaha.
dan, tebak apa yang terjadi?
i made a presentation.

WHAT?
it really happened yesterday.
aneh. :S
here it issssss:



yahh. font jelek. :/
soalnya kemarin bikin di komputer. :P
whahaha.
that's it.
judulnya flying, reaching dreams.
tentang nulis pokoknya. -_______-
consists of 15 slides.
can you imagine it?
gimana bosannya saya kemarin.
wahwahwah.

and today, just the same day as yesterday.
no difference.
pagi siang malem menatap layar komputer. :P
i keep typing. :D
don't realize how many pages, or even words that i've written.
wow.

dan kemudian...
saya baru menyadari sesuatu.
it makes me speechless, really.
it's just... UNBELIEVABLE.



ohmygod.
are you kidding me?

100 PAGES!
BINGO!

padahal baru beberapa post yang lalu aku bilang kalau i walk too slow, baru 80an halaman.
dan sekarang udah 100.
yeah, i have nothing to say.
thank you, Jesus! :')
You're the best.

anyway, wish me luck! :) :) :)
believe it or not, aku sampe ngasih semacam motivasi sendiri biar Setetes Embun Malam bisa cepet selesai. :P



hahaha.
you can read it by yourself.
looks lyk im really weird, but it works. :)

three words to say, "Thank You, Jesus."