Minggu, 24 Oktober 2010

Bye!

Mamamia!

Less than 24 hours to go! :)

Bye.
Don't
miss me.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Satu Pulau, Satu Impian

"We live in an unpredictable world.
And inside of every human's hearts, the 'unpredictable' becomes 'indescribable'.
Whatever it is, but in fact they make changes, and that's what life is about."


Dari sekian banyak hal yang berputar dan merajalela di dunia, kenapa hanya satu?

Dari TK, aku sudah dilatih untuk melenggak-lenggok anggun.
Bukan model, tentunya.
Balet. Dengan kostum serba pink dan rambut yang mau tak mau selalu dikonde.
Dari TK, teman-teman.
Bayangkan saja.
Tapi kenapa lantas berakhir begitu saja?

Sejak kelas 1 hingga 5 SD, aku dengan setianya berlatih tarik suara dalam kegiatan ekstrakulikuler.
Lima tahun berturut-turut, dengan teman dan guru yang beragam, namun konteks yang menyelimutinya hanya satu: paduan suara.
Tunggu dulu.
Setelah lima tahun bergelut di hal yang sama, kenapa rasa ini terasa belum menyatu?

Tak hanya itu saja.
Menari di atas tuts hitam-putih pun kulalui.
Sejak umur 5 tahun hingga detik ini, mencoba membagikan nada-nada pada dunia melalui sebuah alat dengan delapan oktaf, piano.
Setelah bergelut sedemikian lama, kenapa tak ada sepercik pun rasa yang membuncah?

Tapi, siapa sangka?
Tanpa pernah ikut kursus sekali pun, aku sudah jatuh hati padanya.
Hanya bermula dari melihat kakak yang siang-malam mengetik, rasa tertarik mulai muncul.
Dan ia pun tumbuh semakin besar, bukan hanya sekadar hobi, tapi rasa membuncah yang memacu untuk memngubahnya menjadi kenyataan.
Menulis. Siapa sangka?
Untaian kata demi kata yang dirangkai sedemikian rupa bisa membuatku berjalan se...dekat ini. Memang belum jauh.

Balet, paduan suara, piano.
Ketiganya sudah membuktikan bahwa apa yang dijalin sedemikian rupa dalam waktu yang lama belum tentu bisa menentukan segalanya.
Jika kau menyuruhku melenggok gemulai ala balerina sedikit saja, tak akan mampu aku dibuatnya.
Paduan suara? Bidang yang kukira menyenangkan ternyata belum cukup untuk memenangkan hati.
Dan piano, memang berguna. Sekadar doremi mungkin aku bisa, namun menjadi seorang pianis? Tidak.

Dan tanpa bisa ditebak, menulis, satu hal yang terlihat sepele itu sepertinya sudah merebuut hatiku seutuhnya.
Tanpa kursus, tanpa perintah, hanya berjalan senatural ini.
Siapa sangka?

Ya, dan itulah dunia.
Sesuatu yang tidak pernah di sangka-sangka menjadi sesuatu yang tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.
Seperti kataku di postingan-postingan sebelumnya, menulis adalah seni yang tidak bisa dideskripsikan.

Setiap manusia memang berbeda-beda, tapi setiap dari kita sama-sama hidup dalam planet ini, dunia yang tidak bisa diprediksi.
Apa yang direncanakan justru bisa memutarbalikkan tujuan.
Seperti balet, paduan suara, dan piano tadi yang bahkan mengajakku berputar kesana-kemari hingga akhirnya terdampar dalam dunia menulis dan mengajakku turut serta berpetualang di dalamnya.

Mungkin bukan menulis, tapi setiap dari kita sudah, maupun akan terdampar dalam pulau itu.
Pulau yang berbeda, namun sama-sama mengajakmu untuk masuk dan merasakannya.
Semuanya memang bergantung padamu, ingin masuk maupun tidak.
Tapi sekali kau masuk, semakin dalamlah kau akan merasakannya, dan membuatmu meniti langkah, kian dekat dengan apa yang disebut impian.

Dan dalam perjalanan menuju impian itu, akan selalu ada batu yang menghadang.
Entah itu kerikil atau bahkan tanggul lapindo, semuanya tak akan terhindarkan.

And I'm not perfect, anyway.
Writer's block, distraction, dan yang pasti, rasa waktu naskah dikembalikan.
Up and down memang pasti pernah, but the good news is, they teach me very well.

Dan begitu juga dengan setiap kita.
Mungkin jenis batunya memang berbeda-beda, tapi setiap orang punya porsinya masing-masing.
And definitely, they teach us very well too, and also train us to climb the stairs of our dream!

So, come on, everyone!
Reach our dreams, dalam bidang yang berbeda memang.
Di mana kau terdampar, di mana hatimu ditempatkan, di sanalah kita harus berjuang bersama.
Dengan dukungan semuanya, tentu saja.

Buatku, 'supporter-supporter' itulah yang bisa membantu aku untuk terus maju.

Untuk Jesus, yang sudah membuatku terdampar dalam pulau ini dan memberikanku orang-orang yang bagaimanapun caranya turut menyuntikkan kontribusi dalam menjadikan ini menjadi kenyataan, secepatnya, kuharap.

Untuk keluarga dan Jennifer, my beloved sister, terima kasih sudah merangsang rasa ini untuk menekuni dunia menulis, meski kamu nggak sadar kalau kamu sudah berperan sebegitu penting.

Untuk Angel, Clara, Fanie, Abbey, terima kasih sudah ada di sini untuk turut senang saat rangkaian kata demi kata meluncur dan dituang dalam lembaran halaman microsoft word, dan turut mengomeliku saat ak menyerah begitu saja dengan writer's block.

Untuk penulis-penulis luar biasa di negeri ini, yang berperawakan bagaimanapun adanya, namun sudah menginspirasi sekaligus memacuku supaya bisa seperti mereka.

Untuk penerbit-penerbit yang punya akun Twitter/Facebook, yang rela menjawab pertanyaan-pertanyaan bodohku. :P

Dan, untuk semuanya! Termasuk yang terjadi di staff room kemarin. -__-

Yeah, aku dan kamu mungkin bukan siapa-siapa sekarang.
Tapi, mengingat sebagaimana unpredictablenya kita bisa terdampar di pulau ini, bukankah itu artinya juga nggak ada yang too good to be true di dunia ini? :)

Let's do it!

"Climb the stairs of your dream."
-Abbey, my numer 1 fan.

Sabtu, 16 Oktober 2010

SCS

Ha!
I'm sooo excited!

The school trip will be on October 25 til 30. :)
6 days, man! :D

With my beloved group, Dea, Anne, Jason, Mike. :)
I think they're not just 'fine', but this is awesome!
Haha.
And our teacher will me Mr. Alun. -__-

And guess what's our group name?
We have a long journey, you know.
We wanted to use 'Jogjalun' or 'Agata (Anak GAul jogjakarTA)', but my teacher said it's not polite. -___-

And, the result is... *dum dum dum*
ARIGATO!
Hahaha.
Looks so Japanese, hm?
Yeah, but it's 'Ana Riang Jogjakarta'.
Cheers! :D
Bahahaha.

And we'll wear the same t-shirt, yellow t-shirt. :)
Vitamin C Rangers! D:
Haha.
And there'll be our group name there, Dea had designed it. :)

Btw, we'll go to Supermall together at 12, to buy the t-shirts and make our name tags.
Yeah, one hour to go!
And I haven't prepare anything yet. :|

Anyway, I hope this is gonna be awesome! :D

P.S: congrats to Abbey, God has answered your prayer. :p

Minggu, 10 Oktober 2010

10.10.10 :)

Bahahaha.
Well, okay. D:
I'm copycat-ing Abbey.

Anyway, this is awesome! :D


PERFECTO, right? :)

I think there are so many couples are married today, and lots of babies are born.
Hahaha.


By the way...
May God Bless Brandon.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Detak Jantung Sebuah Novel Tak Bernama

LOL.

The title is sooo ridiculous, huh?
Awesome, isn't it?

It is NOT, I know.
But, well...
Here we are!

Introducing the untitled novel again...
Feeling the still-untitled-novel's heart beats.

About to puke?

***

Novel ini hanyalah sebuah rangkaian kata-kata biasa yang lahir pada tanggal 24 Juli 2010.
Lahir tanpa nama, dengan ide ala kadarnya dari seorang remaja yang menaruh hatinya pada dunia menulis.


Awal degub-degub kehidupan.

Sempat ditelantarkan sejenak, ia menelan ludah begitu penulis memilih lebih fokus pada pengiriman saudaranya--Setetes Embun Malam--ke luar kota.

Namun, penderitaannya tak bersarang lama.
Penulis datang, jarinya menari-nari di atas keyboard, menggelitik dirinya dan menciptakan degub jantung yang sudah lama musnah.


Click!


"Merlion yang bertransformasi menjadi Eiffel."
Mungkin benar, ilustrasi itu adalah kata yang paling pas untuk menggambarkannya.


Skenario kehidupannya berubah sudah.
Berganti setting di Perancis, dengan salah satu bagian cerita yang mengambil tempat di Menara Eiffel.
Tanpa melupakan Indonesia, tentu saja.

Diawali dengan kata-kata yang keluar begitu saja dari sudut pandang hati tokoh....



.... Rupanya beribu kata sudah terangkai, membentuk suatu kesatuan yang menyambung nafas kehidupannya.
Semakin banyak kata yang bersatu, semakin utuhlah ia, semakin dekatlah ia pada waktunya.


Detak jantungnya hingga detik ini.

Benar, waktunya memang hampir tiba.
Berbagai pilihan merajalela...

Apakah ia berhasil tumbuh sempurna sebelum waktunya tiba?
Haruskah ia menunggu lebih lama, membiarkan waktu mengejarnya?
Atau bahkan... Apakah suatu hari nanti ia hanya akan membeku, bertransformasi menjadi lumut?

Membiarkan hati penciptanya terombang-ambing, antara ya dan tidak.
Waktu memang berjalan begitu cepat, namun mampukah ia?

Waktu itu...
Hari demi hari meluruh, matahari dan bintang bergiliran menghantui.

Time tic tocs so fast, huh?

Inilah, inilah saatnya.
Saat di mana mimpi dipertaruhkan.
Detik-detik waktu akan mengujinya, membuktikannya.

Detik-detik waktu yang berputar, kedua tangan ini yang menari di atas keyboard - siapakah yang lebih cepat?

Diakhiri dengan serangkaian kata di ekor novel ini, kuharap jari-jari itu dapat menaklukkan waktu.



***

"Writer is words entrepreneur."
-Raditya Dika

Ya, inilah dia.
Sebuah seni yang tidak bisa dideskripsikan.

Kamis, 07 Oktober 2010

Late But Meaningful



06.10.10
The day when the love was shown :)

Well, not really, actually.
I mean, the love isn't only shown that day, but everyday, day by day :)
I know, they love me a little too much! <3
Especially the one who I called my "special friend", LOL.
Just kidding D:

Yeah, who else?
Those who show their love and care in my life, those who make me know what friendship really means. :)

Abbey, Angel, Clara, Fanie.
Yeah, we're 5, the Power Ranger! :D
I want to be the yellow one, OKAY. --
Ohkay, nevermind. -_-

So, yes, it is my birthday present, a birthday video.
It is extremely late, I know, but you have to know the reason!
Angel said it's because they made all the details with love.
Bahahaha.

I've watched it, with all my struggle to steal Evan Budi's earphone, also Fefe's computer.
Hahaha.
I laughed a lot when the "yellow-watermelon" showed his face in the video, and the whole class was looking at me suddenly.
Yeah. --
And, guess what?
Mr. Thomas looked at me and the video, then he smiled -_- so weird, if you want me to be honest. :p

Anyway, I wanna say thanks to you, guys.
Not just because of this birthday present, but for all things that you've done for me.
The love, advices, helps, cares - and sometimes - our funny conflicts. :p

Also for those who gives me birthday message, thanks a lot.
Kim A, Felia, Karina, Davin, "yellow-watermelon", and...
THEIR FAVORITE, the BRONDONG BOY! D:
oh my gosh. -_-

Thanks for this late-but-meaningful birthday present. :)

Lovelovelove! <3

Next destination: Clara's birthday present - the brilliant idea from Abigail Natasha. :|

Jumat, 01 Oktober 2010

TGIF!

Thanks God It's Freedom!

Hahaha.
Yeah, our pains are ended today, friends.
Ha!
I love how I describe it; PAIN. :D

And just like our ritual, we celebrate it!
Abbey, Angel, and me. :)
We went to Supermall and had a really great time!
Nevertheless, we miss Clara and Fanie. :(

We watched Legends of The Guardians and it was awesome! :D



The main character, Soren, teaches us about dream. :)
"My dreams make me stronger." --> if I'm not wrong. Haha.

Talking about dreams, I was thinking to finish my novel before 25, before I go to Jogja.
Well, I don't know but... Wish me luck! :)

Btw, they said that they had done with my birthday video.
I'm so excited!
Haha.
It was 100 MB. >:D
I told Abbey to keep fighting while saving the video, and I guess she made some ninja moves, yesterday. (?)
It took a very long time, she said.

And I've listened to one of their recordings too, yeah, that's ridiculous. :P

Anyway, thanks. :)

Much love! <3