Kamis, 25 Agustus 2011

25.08.11

LIFE IS UNPREDICTABLE.
Time flies, and dream comes true...


This is such a surprise for me. :')
Everything has its own time..
And I thank You LORD for answering my prayer, today.

Senin, 20 Juni 2011

Thanksgiving 2011



Take Off

Hidup adalah sebuah perjalanan. Dan kita, bagaimanapun, tak akan pernah hanya diam dalam satu titik. Ada saat-saat di mana perjalanan itu membawa kita untuk lepas landas menuju titik lain dalam kehidupan itu sendiri. Seperti Take Off, tema Thanksgiving tahun ini. :)

Dua hal yang paling nggak terlupakan, adalah ketika video Pyramid yang dibawakan secara lipsync bergantian oleh grade 9 diputar. :D woot! Juga, performance nekad kita yang baru dilatih 1 hari, ngedance (?) pakai lagunya Party Rock Anthem.



*

And yes, it was the LAST day. Mungkin rutinitas kami untuk bertemu lima hari seminggu berakhir di malam Thanksgiving itu. Ada yang tetap melanjutkan di SMA yang sama memang, tapi ada juga yang pindah, bahkan ke luar kota.

Thank you for everything. I won't forget those beautiful moments, our togetherness. <3 You guys are forever the best.

Sayonara!

Selasa, 14 Juni 2011

Farewell Student Fellowship



Hahaha nggak kelihatan, ya?
Well, sudahlah. -_-

Seperti namanya - FAREWELL - Student Fellowship ini memang SF terakhir yang kami ikuti di jenjang SMP, sekaligus jadi perpisahan. Karena itu, yang terakhir ini, semua rangkaian acaranya dipegang sama grade 9 sendiri. :)

Fireflies Camp

Itu judul yang kita ambil bareng. Suasananya benar-benar didekor seperti camp yang digelar di tengah hutan, teman-teman grade 7 dan 8 jadi campers-nya). Tujuannya, "membentuk setiap pribadi supaya punya sinar masing-masing untuk dipancarkan, seperti kunang-kunang". :)

'Camp'nya ini diawali dengan 3 'lessons': Courage, Self-image, Attractiveness. Setiap lesson, kita datengin 'bintang profesioal' di bidangnya masing-masing. Seperti Courage dengan Evan Budi sebagai Briptu Norman, Self-image dengan Jovan sebagai Elvis, dan Attractiveness dengan Davin sebagai... Justin Bieber. Woot! :3

Setelah 'lessons'nya pada selesai, ada drama singkat dari Karina-Vano. Believe it or not, drama itu cuma dirancang plus dilatih selama beberapa menit aja, mengingat rencana A kita nggak berhasil. LOL. ;)

Habis itu, semua 9 Graders dan Mr. Hadi + Mr. Wira perform dengan lagu Yeah 3x. Hahaha. Nggak nyanyi, lah. Tapi pakai permainan senter yang nggak bisa dijelaskan pakai kata-kata, juga ada lypsinc sama dance. Wheee!

Acara selama kira-kira 1,5 jam ini ditutup dengan kesan-pesan dan klip tentang Grade 9. :')

Fireflies Camp was AMAZING.
Sayang banget, aku nggak punya foto pas acaranya, padahal dekornya keren sekali -_- thanks to Mr. Waldi buat bimbingannya! :D

I miss the moment :) seandainya waktu bisa diulang, aku pasti bakal milih untuk terjun kembali ke acara itu, biar persiapannya serepot apapun.


I love you all!

Kamis, 09 Juni 2011

Farewell - Batu

DAY 1
23rd April 2011


Bedroom 2: Abbey, Angel, Clara, Fanie, Jesslyn, Kim A :)
Kim's the camerawoman, Fanie's in the toilet.

Jatim Park I








BNS








Day 1, what an unforgettable moment. Semua kegiatan dilakuin di luar, malemnya baru balik lagi ke villa, main kartu. :p Believe it or not... Permainan sesepele ceblek nyambuk bisa jadi super exciting kalau dilakuin bareng teman-teman.


Mah face X_X

Mereka semua - terutama Clara dan Fanie yang gila itu - berhasil bikin aku melampui 'batas keberanian'ku sendiri. Hahaha. Teman-teman yang lain juga sih, bikin aku mau main banyak permainan yang biasanya aku takuti. Anything, karena ini udah kebersamaan yang terakhir...

I've missed those moments so damn much.


DAY 2
24th April 2011

Free (QUALITY) Time :p








Pool Party








BBQ







Day 2, endless togetherness. Kita semua stay di villa seharian full, mempererat kebersamaan satu sama lain, dan menjadikan hari itu sebagai hari yang nggak akan terlupakan selamanya. Malam itu, aku melihat bintang terterang dan terindah dalam hidupku...

Dan well, selesai BBQ, aku, Sonia, Fefe, Angel, Fanie, Clara, Abbey, Kim A, pada nangis-nangisan di kamar. -_- Kim A nangisnya paling heboh.


DAY 3
25th April 2011

Paginya, acara kesan-pesan. Suaraku udah habis, jadi semuanya pada sunyi waktu aku ngomong, giliran pertama lagi :p hahaha. Terus bergiliran, sampai entah pada orang ke berapa, tetesan-tetesan air mata mulai luruh...

Setetes, dua tetes, tak dapat berhenti. Semua cewek nangis. Acara kesan-pesan jadi bersimbah air mata, kami saling duduk berdekatan dengan teman-teman terdekat. Setiap kata dalam kesan-pesan itu nggak ada satupun yang luput dari pendengaran kami. Semuanya kita dengar, kita resapi, dan kita tangisi... Sungguh.

Aku berusaha nggak nangis lagi dengan bercanda sama Abbey kalau softlensku lama-lama bisa lepas kalau nangis terus. Abbey juga bilang, nggak mau nangis lagi karena tissue-nya udah habis. Hahaha. Tapi, nggak mempan... Setiap dengar kesan-pesan dari teman-teman lagi, air mata itu kembali terjatuh.

Alhasil, sekitar jam 12.30 kalau nggak salah, kami ber-33 + guru-guru pulang dengan mata sembap. Setidaknya, buat kita, semua siswi nggak terkecuali. Buat aku dan Sonia, plus beberapa orang lainnya, kita dapat bonus oleh-oleh lagi - suara habis. :)

Diakhiri dengan makan di Ayam Goreng Bu Sri, rangkaian acara perpisahan kami benar-benar... Selesai.

***

Foto-foto yang terukir di atas itu hanya satu banding sejuta dari momen indah yang sebenarnya terjadi. Aku yakin, sampai kapanpun, nggak akan pernah ada hal yang benar-benar bisa menggambarkan momen itu dengan tepat.

I would give anything just to have another unforgettable moment with all of you, guys. Aku selalu berharap, waktu itu bisa terulang. But, life must go on...

Aku jadi teringat akan kata-katanya Gio. "Aku nggak mau ikut perpisahan, soalnya aku nggak mau berpisah..." Yah, tapi apa daya, waktu tak dapat ditaklukkan. Pada akhirnya, setiap perjumpaan pasti menemui titik perpisahan.

Seperti kami.

Rabu, 08 Juni 2011

Hello, Goodbye.

Why does it take a minute to say hello and forever to say goodbye?
Hidup itu terkadang.. Ironis sekali. Kata "hello" dan "goodbye" memang sifatnya berlawanan, tapi kau lihat apa? Keduanya sama sekali nggak bisa dipisahkan. Setiap perjumpaan, pasti akan menemui titik perpisahan pada akhirnya..

Aku sendiri, sudah mengalaminya berulang kali. Tapi jujur saja, yang kali ini rasanya jauh lebih berat dari biasanya... Rasa yang bisa - magically - membuatku sama sekali nggak excited di hari libur pertama ini.

MDC, rasanya sudah menjadi rumah kedua untuk aku. Tempatku berada selama 12 tahun, lima hari seminggu secara rutin. Bisa dibayangkan, kalau sekolah ini terasa sudah mendarah-daging? ;)

Dari dulu, semua orang selalu nanya, "Kamu sekolah di mana?" - dan aku selalu menjawab, "MDC", nggak pernah berubah. Aku mengalaminya sendiri, dari waktu orang selalu nanya lagi, "Di mana itu MDC? Nggak pernah denger." hahaha. Tapi sekarang sih, udah lumayan eksis. :D

Namun bulan depan, ketika orang-orang kembali bertanya aku sekolah di mana, jawabannya nggak akan sama lagi... Salah satu contoh sepele, yang membuatku berat sekali untuk menerima perpisahan itu.

Ada beberapa momen berharga terakhir sebelum aku benar-benar berpisah sama teman-teman, dan semuanya nggak akan terlupakan. Mulai dari perpisahan di Batu tempo hari, lalu Farewell Student Fellowship, sampai Thanksgiving kemarin malam...

Semua kenangan indah itu, sayang sekali rasanya bila tak ditorehkan menjadi sebuah cerita yang diukir dengan sepenuh hati. Biarlah semua itu akan selalu - setidaknya bagi diriku sendiri - dikenang sepanjang masa. :)

See you soon! xo

Minggu, 22 Mei 2011

Farewell Gathering

23rd-25th May 2011,
@ Villa Panderman, Batu.

WOOHOO, I'M JUST HYPED!
We're gonna have lots of fun, guys ;)
Funfunfun. Lol.

Quote of The Week:
"Aku nggak mau ikut perpisahan, soalnya aku nggak mau berpisah.."
-Giovanno Zefanya

Senin, 09 Mei 2011

"Task" #4: Stefanie Ibrahim



Persahabatan dengan Fanie, penuh canda tawa persis seperti foto di atas. :D To be exact.. Biasanya kejadiannya adalah begini: Aku gangguin Fanie, Fanie ketawa, kita berdua ketawa, lalu dia mukul aku. -_- Oke, nggak juga, sih. Terkadang tragedi pemukulan itu juga mulainya dari tanganku, hahaha.

Sahabat sama seorang Stefanie Ibrahim itu serasa sahabatan sama profesor sekaligus ibu rumah tangga yang baik. Profesor, saking briliannya dia.. Juga ibu rumah tangga yang baik, yang selalu perhatian sama anak-anaknya (baca: kami berempat) dan yang paling serba bisa.

Jadi semua itu membawa sebuah sebutan eksklusif buat Fanie... PERFECT MAMA!

Oh ya, sama seperti Angel, aku udah ketemu si Fanie ini hampir setiap hari sejak... Playgroup. -_- Plus, les balet yang kadang-kadang bisa sekelas, walau nggak selalu. Terus, ditambah lagi, les aritmatika bareng! Whoa. Ketemu Fanie mah, udah jadi makanan sehari-hari.

Aku jadi ingat satu cerita, yang jujur aku nggak ingat kejadiannya, tapi Fanie yang ingat. Waktu itu, kita berdua habis selesai les aritmatika, Fanienya datang ke rumahku buat tunggu jemputan. Tapi.. Berhubung waktu kecil aku terbiasa tidur siang.. Fanie aku tinggal tidur. -_- SAMPAI AKHIRNYA, DIA NANGIS. Aku jadi mikir, kenapa dulu aku polos (baca: jahat) sekali? Ngik.

Tapi, lepas dari kejadian-kejadian masa kecil itu, Fanie tetap jadi seorang sahabat yang baik buat aku. Baik banget, malah. Udah berulangkali aku buat salah sama dia, tapi dia itu dewasa banget, tulus buat maafin kesalahan-kesalahan orang.

Fanie juga selalu ada buat aku. Kalau lagi sedih, dia selalu bisa tenangin aku, seringkali dengan kata-kata yang tanpa sadar terasa sangat menyentuh. Aku ingat sekali, waktu dulu lagi masa galau-galaunya perihal urusan hati bareng teman-teman kelas 8A, tiap kali aku nangis, Fanie selalu menepuk pundakku dan bilang, "Wes, jangan nangis lagi, Jess." :)

Dan satu kata-katanya yang paling nggak bisa aku lupakan, waktu Mélodie d'Amour dibalikkin dan air mata itu luruh, Abbey ngasih aku selembar tissue. Terus, Fanie bilang, "Udah, satu aja mintanya, nggak boleh lebih. Soalnya kamu nggak boleh nangis lagi." :') FANIE, YOU KNOW WHAT, AKU JADI TAMBAH PENGEN NANGIS TERHARU.

Seorang Stefanie Ibrahim, sosok yang selalu aku kagumi. Ketulusan hatinya, kedewasaannya, cara dia memberi perhatian buat teman-temannya tanpa minta balasan. Fanie, sosok yang nggak ada duanya, dan nggak akan lupain seumur hidup.

Fan,
YOOOO PERFECT MAMA, WE'LL MEET AGAIN! Haha iya kan, berhubung kita satu SMA, meski nggak sekelas. Hehe. I'm hyped tahu, karena untungnya aku bisa tetap satu sekolah lagi sama seorang perfect mama yang bisa aku pukulin sepuasnya. :') Hehehe.

Mungkin aku adalah salah satu orang paling beruntung karena punya sahabat kayak kamu. Sahabat yang bukan cuma ada waktu senang, tapi juga waktu duka. Sahabat yang nggak cuma buat cengengesan, tapi juga sosok yang bisa buat aku belajar banyak untuk bertambah dewasa. Thanks for everything, darling. ;)

Seperti kataku buat teman-teman lain, aku juga percaya, kalau kita berdua pasti tetap sahabatan sampai keriput nanti. Kita akan tetap sahabatan, sampai kamu benar-benar jadi ibu rumah tangga, karena tentunya lagi-lagi aku harus belajar banyak dari kamu. :p

Oh ya, aku doain ya Fan, supaya hasil Unasmu bisa tercapai sesuai target. IYA DONG, PERFECT MAMA YANG MERANGKAP JADI PROFESOR -_- hahaha. Tapi, apapun nilainya, kita berdua tetap harus bersyukur, Fan. Walaupun susah, mengingat kita berdua adalah makhluk perfeksionis yang menyebalkan. Hahahhaa.

Last but not least, dear.. Everything happens for a reason, termasuk urusan cinta. Suatu saat nanti, misteri itu akan terkuak, dan kau akan tersenyum melihatnya, apapun yang terjadi.

I LOVE YOU SO MUCHHHH FANIE! :D xoxoxoxoxoxo.

P.S: Anda galau? Hubungi saya, sedia 24 jam.